Begitu Dengar Ada Musyawarah Copet, Menteri Pertahanan langsung Perintah Jenderal Polisi (1977)

Secara diam-diam, copet dari Surabaya, Semarang, Jakarta dan Yogyakarta berkumpul di Bandung, yang juga dihadiri tokoh copet dari Palembang.

Begitu Dengar Ada Musyawarah Copet, Menteri Pertahanan langsung Perintah Jenderal Polisi (1977)
TribunStyle/kolase
Ilustrasi pencopetan 

Secara diam-diam, copet dari Surabaya, Semarang, Jakarta dan Yogyakarta berkumpul di Bandung, yang juga dihadiri tokoh copet dari Palembang.

TRIBUNJAMBI.COM - Pada 1970-an, dunia bawah tanah percopetan di Indonesia mengalami masa jaya.

Saat itu, banyak copet legendaris beraksi di tempat-tempat ramai.

Aksi copet alias comot dompet, dilakukan bisa sendirian atau kerja sama tim.

Kadang ada teman pencopet berusaha mengalihkan perhatian, seperti mengajukan pertanyaan atau menabrak korban.

Gangguan untuk mengalihkan perhatian korban memerlukan kecepatan dan teknik.

Ada suatu catatan menarik yang ditulis Harian Kompas, bahwa para copet berkonsolidasi dan mengadakan musyawarah di hotel yang cukup mewah di Bandung.

Baca: Kisah Raja Copet Punya Jimat di Alat Kelamin, supaya Jago Bersetubuh dengan Wanita

Baca: Si Copet Junior Nyopet Raja Copet, Tapi Tangannya Malah Nyangkut Pisau di Pinggang

Baca: Foto Nagita Slavina Pakai Gaun Ketat Bikin Kaget, Perubahan Bagian Tubuh sangat Terlihat

Baca: Info BMKG - Prakiraan Cuaca 33 Kota Besok Jumat 23 Agustus 2019, Waspada Jambi Berasap

Baca: Gara-gara Pabrik Susu Aura Kasih Marah, Segini Tinggi Badan Istri Eryck Amaral Sebenarnya

"Pihak berwajib di Bandung mengungkapkan adanya musyawarah copet dari beberapa kota di Pulau Jawa dengan menggunakan suatu tempat yang cukup mewah di Kota Bandung.

Secara diam-diam, copet dari Surabaya, Semarang, Jakarta dan Yogyakarta berkumpul di Bandung, yang juga dihadiri dua tokoh copet dari Palembang sebagai peninjau.
 

Copet-copet ini tampaknya mencoba menciptakan cara-cara baru dalam dunia percopetan dan berusaha agar pembagian daerah dipatuhi

Halaman
1234
Penulis: duanto
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved