Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Siapa Sebenarnya Dwi Koendoro? Pencipta Komik Panji Koming Meninggal (KOMpas MINGgu)

Tokoh komik Panji Koming muncul di harian Kompas setiap minggu. Siapa sebenarnya Dwi Koendoro? Pencipta Panji Koming meninggal dunia.

Editor: Duanto AS
kompas.id
Dwi Koendoro, kartunis pencipta komik Panji Koming yang secara berkala diterbitkan di surat kabar Kompas edisi Minggu wafat pada Kamis (22/8/2019) dini hari. 

Tokoh Panji Koming adalah seorang pemuda kelas menengah bawah yang memiliki karakter lugu dan agak peragu.

Ia memiliki pacar yang bernama Ni Woro Ciblon yang cantik, pendiam dan sabar.

Dalam kehidupan sehari-hari, Panji Koming memiliki kawan setia bernama Pailul yang agak konyol namun lebih terbuka dan berani bertindak.

Komik Panji Koming di Kompas karya Dwi Koendoro
Komik Panji Koming di Kompas karya Dwi Koendoro ((kompasid))

Kekasih Pailul adalah Ni Dyah Gembili, perempuan gemuk yang selalu bicara terus terang.

Tokoh protagonis lain adalah "Mbah", seorang ahli nujum yang sering ditanya mengenai masalah-masalah spiritual serta seekor anjing buduk yang dijuluki "Kirik" (anak anjing dalam bahasa Jawa).

Tokoh antagonis yang sering kali menjadi objek lelucon adalah seorang birokrat gila jabatan yang bernama Denmas Arya Kendor.

Benarkah Panji Koming dari singkatan KOMpas MINGgu?

Banyak pembaca Kompas yang menyukai karakter Panji Koming.

Satu di antara penulis Kompasiana, Jemie Simatupang menulis artikel berjudul "Dwi Koen, Panji Koming [85-86] dan Pemberontakan"

Berikut ini tulisan menariknya

"APALAH JADINYA Kompas Minggu tanpa Panji Koming? Saya jawab sendiri: macam makan ikan bawal goreng garing tanpa sambal. Ya, namanya ikan bawal yang digoreng—garing pula—ya tetap enak, tapi enaknya tambah afdhol (ditulis pakai "d" dan "h" biar tambah afdhol)—Bondan Winarnonya: lebih makyus—kalau ada sambalnya. Ya tak? (saya sarankan: iya kan saja, biar senang hatinya—maksudnya hati saya, hahaha...)

Dan begitu jugalah Kompas Minggu (yang memang lebih enak dibaca karena lebih ringan tapi tetap berbobot—sebagai ikan bawal goreng) tanpa Panji Koming.

Tapi ngomong Panji Koming tak bisa tanpa menyebut Dwi Koen—berbicara Panji Koming mau tak mau juga berbicara Dwi Koen.
Mereka itu mesti diucapkan satu nafas. Cemana tidak, Panji Koming itu kan karakter komik yang diciptakan oleh Dwi Koen—apa jadinya kartun tanpa Sang Pencipta—kan ini macam anak tanpa orang tua.
Dwi Koen—kadang Pak DeKa—bernama lengkap Dwi Koendoro Brotoatmodjo lahir 13 Mei 1941 di Banjar (Jawa Barat).

Dalam garis darahnya, Dwi Koen masih keturunan RM. Ronggowarsito (1802-1873) yang terkenal dengan syair Zaman Edan yang meramalkan apa yang terjadi di negeri ini di masa mendatang (maksudnya sekarang, dan edan banyak benarnya).

Dwi Koen sendiri menganggap leluhurnya itu sosok orang jenius yang gila (komentar saya: kan antara jenius dan gila itu beda tipis, lihat saja gaya rambut Einstein yang tampak edan itu) dan ia bangga sebagai keturunannya.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved