Tarif Bagasi Lion Air Kini Dihitung Mulai 0 Kg, Curhat Penumpang yang Kesal Usai Bayar Rp 1,3 Juta

Sayangnya, ketentuan tarif bagasi Lion Air yang baru ini belum banyak diketahui penumpang, sehingga menuai kebingungan.

Tribun Kaltim
Check in bagasi 

Pengalaman penumpang

1. Lebih bagasi 10 kg bayar 1,3 juta

Para penumpang pesawat Lion Air Air terus menunggu tas koper dan barang bawaan mereka di kedatangan Bandara Juanda Surabaya.

Namun mereka menunggu sambil ngedumel menahan kecewa karena telah membayar biaya bagasi lebih mahal dari yang diperkirakan.

Salah satunya dialami Sulistiyono, penumpang yang kemarin malam tiba di Bandara Juanda Surabaya.

"Saya kaget saat koper saya ditimbang sekitar 10 kg lebih. Saya sebelum terbang membayar Rp 1,3 juta," ungkap penumpang Lion Air Air yang hendak pulang ke Sukodono, Sidoarjo ini, Minggu (18/8/2019) malam.

Kepada SuryaMalang.com, dia menuturkan bahwa saat melakukan check in di counter Lion Air Air, koper bawaannya ditimbang lebih dulu.

Dia baru diberi tahu petugas bagasi Lion Air saat hendak check in. Bahwa setiap barang bawaan akan dikenakan biaya bagasi.

Sulistiyono manut saja. Barang bawaan itu juga lebih dulu ditimbang sebelum terbang.

"Katanya biaya bagasi per kg Rp 120.000. Karena lebih dari 10 kg, saya membayar Rp 1,3 juta," urai Sulistiyono.

Pria yang hendak pulang ke kampung halamannya itu baru saja tiba di Bandara Juanda dari Balikpapan.

Perjalanan Balikpapan-Surabaya dikenakan tarif bagasi Rp 120.000 per kg.

Pria ini tidak tahu detail aturan bagasi berbayar yang diberlakukan Lion Air.

Dia mengaku hanya mendengar tapi tidak tahu detail aturannya.

Sulistiyono mengaku kaget saat petugas menyebutkan bahwa bagasi yang berisi barang bawaan dikenakan tarif bagasi lebih dari Rp 1 juta.

"Untung saya bawa uang," ungkapnya, kesal.

2. Lebih bagasi 10 kg bayar Rp 300.000

Hal yang sama diakui penumpang Lion Air dari Jakarta ke Surabaya, Ny Tatik.

Perempuan ini juga kaget saat semua tas bawaannya ditimbang saat hendak check in.

Tidak hanya tas koper, tas punggung yang dibawa anaknya juga harus ditimbang.

"Saya masih ingat petugas meminta semua tas keluarga harus ditimbang lebih dulu sebelum terbang

Ada tas yang bayar ada yang tidak membayar.

Bagasi saya harus bayar Rp 300.000 karena beratnya Rp 10 kg," kata Tatik.

Perempuan ini sudah sejak awal membatasi barang bawaan karena tahu akan dikenakan tarif bagasi.

Namun dia tidak paham detail bagaimana aturan tarif bagasi yang diberlakukan maskapai Lion Air atau Wings Air yang memberlakukan tarif bagasi.

Begitu check in, petugas bagasi memberi tahu bahwa koper dan tas punggung harus ditimbang.

Setiap 1 kg berat bawaan yang melebihi batas ketentuan dikenakan tarif Rp 30.000 untuk rute Jakarta-Surabaya. Tidak ada pengumuman di lokasi check in.

Sebenarnya pemberlakuan tarif bagasi itu sudah berlangsung agak lama.

Mulai disosialisasikan sekitar Januari 2019 dan diberlakukan setelahnya.

Namun kebanyakan penumpang belum paham betul soal tarif bagasi ini.

Setelah ditemui, para penumpang tidak tahu akan aturan pemberlakuan tarif bagasi tersebut.

Mereka hanya mendapati layar monitor kecil sekitar 5 inci.

Monitor ini menunjukkan beratnya barang bawaan bagasi setelah ditimbang secara digital.

Layar digital itu menunjukkan jumlah berat namun tak menunjukkan tarif atau nilai bagasi yang harus dibayar.

"Masak hanya 3 kg begini kena tarif. Kenapa tidak ada penjelasan atau pengumuman besar.

Ada baiknya pengumuman tarif bagasi dipasang terbuka.

Bukan penjelasan petugas saat hendak terbang," kata salah satu penumpang mahasiswi.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul 5 Fakta Tarif Bagasi Lion Air yang Kini Dihitung Mulai 0 Kg, 2 Penumpang Kesal Seusai Bayar 1,3 Juta, https://suryamalang.tribunnews.com/2019/08/21/5-fakta-tarif-bagasi-lion-air-yang-kini-dihitung-mulai-0-kg-2-penumpang-kesal-seusai-bayar-13-juta?page=all.

Editor: suci
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved