Berita Sarolangun

Menuju Smart city, Kabupaten Sarolangun Kekurangan Tenaga Arsiparis, Minimal 15 Orang

Menuju Smart city, Kabupaten Sarolangun Kekurangan Tenaga Arsiparis, Minimal 15 Orang

Menuju Smart city, Kabupaten Sarolangun Kekurangan Tenaga Arsiparis, Minimal 15 Orang
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Menuju Smart city, Kabupaten Sarolangun Kekurangan Tenaga Arsiparis, Minimal 15 Orang 

Menuju Smart city, Kabupaten Sarolangun Kekurangan Tenaga Arsiparis, Minimal 15 Orang

TRIBUNJAMBU.COM, SAROLANGUN - Kabupaten Sarolangun, mulai menerapkan tentang kearsipan dengan cara online. Hal itu dilakukan guna
menuju Smart City.

Kepala Dinas Perpustakaan Arsip Daerah (DPAD) Sarolangun, Ali Amri dalam laporannya mengatakan, ke depan memang dilakukan pengelolaan arsip dalam aplikasi e-Arsip.

Dalam proses surat menyurat, yang dilaksanakan secara elektronik dalam mewujudkan Kabupaten Sarolangun menuju smart city.

Baca: 5 Hektar Hutan TNBD di Sarolangun Terbakar, Pemadaman hingga Dini Hari

Baca: Ada Mobil Bergoyang Pada Dini Hari, saat Didekati Buat Polisi Terkejut, Ada Pasangan sedang Intim

Baca: Kades di Kabupaten Kerinci, Keluhkan Panjangnya Proses Pencairan Dana Desa

Kemudian dalam pembekalan penyusunan, peran dan fungsi jadwal retensi arsip (JRA) kata Ali Amri, untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan keahlian kepada seluruh OPD terkait jadwal retensi arsip.

Dan, ini merupakan bagian dari penyusunan arsip yang tercipta oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Arsip merupakan sebagai bahan pertanggungjawaban yang harus dikelola secara profesional sesuai aturan yang berlaku. Maka diperlukan SDM pengelolaan yang handal sehingga arsip bisa terkelola dengan baik, apalagi arsip di masing-masing opd memang sangat dibutuhkan," katanya. Rabu (21/8/2019).

Dalam hal ini juga pihaknya akan menyiapkan tenaga ahli kerasipan atau arsiparis. Dan sarolangun masih kekurangan.

"Menyiapkan tenaga ahli dan profesional dalam bidang kearsipan atau Arsiparis, untuk Sarolangun, minimalnya ada 15 orang Arsiparis, yang saat ini kita masih mengalami kekurangan," bebernya.

Baca: Rumahnya yang tak Layah Huni, Diperbaiki Pemkot Jambi, Muhammad tak Kuat Tahan Tangisnya

Baca: Kisah Sniper Kopassus Terbaik Dunia, Tatang Koswara: Tembak Kepala Musuh dalam Jarak 300 Meter

Baca: Rosmini, Segera Jalani Persidangan, Tersangka Kasus Narkotika Dilimpahkan ke Pengadilan

"Jika arsip yang tercipta sepanjang hari tidak dibuat jadwal retensinya, maka bisa dibayangkan kantor kita akan dipenuhi oleh arsip tersebut. JRA kita susun bersama, DPAD sebagai leading sektornya, dan akan dievaluasi oleh ANRI dan nanti baru kita perbup kan," paparnya.

Menuju Smart city, Kabupaten Sarolangun Kekurangan Tenaga Arsiparis, Minimal 15 Orang (Wahyu Herliyanto/Tribun Jambi)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved