Kerusuhan di Papua

4 Alasan Gus Dur Dicintai Warga Papua, Pernah Sumbang Rp 1 Miliar dan Sempat Izinkan Kibar Bendera

Kepada ribuan pengunjuk rasa, Enembe menceritakan percakapannya via telepon dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

4 Alasan Gus Dur Dicintai Warga Papua, Pernah Sumbang Rp 1 Miliar dan Sempat Izinkan Kibar Bendera
Kompas/ Hendra A Setyawan
Puluhan aktivis dari Aliansi Masyarakat Sipil untuk Toleransi berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (16/11/2013). Aksi damai tersebut untuk memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada hari ini, bertujuan menyuarakan komitmen dan aksi nyata untuk menghargai dan bekerja sama dalam perbedaan. 

4 Alasan Gus Dur Dicintai Warga Papua, Pernah Sumbang Rp 1 Miliar dan Sempat Izinkan Kibar Bendera

Dulu, semasa Orde Baru, tabu jika orang Papua menyebut diri mereka sebagai orang Papua.

Namun, oleh Gus Dur tembok-tembok ketakutan itu diruntuhkan.

TRIBUNJAMBI.COM-Nama Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur disebut-sebut oleh Gubernur Papua Lukas Enembe saat menemui ribuan pengunjuk rasa di Lapangan Apel Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Senin (19/8/2019).

Ribuan pengunjuk rasa itu menggelar aksi damai protes atas aksi persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Malang, dan Semarang.

Berbeda dengan di Manokwari yang diwarnai kerusuhan, aksi di Jayapura berlangsung damai dan tertib.

Kepada ribuan pengunjuk rasa, Enembe menceritakan percakapannya via telepon dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

Saat itulah, Enembe menyingggung soal nama Gus Dur.

"Saya sampaikan (ke Khofifah), orang Papua mencintai Gus Dur, Ibu Gubernur tuh kadernya Gus Dur, kenapa mahasiswa saya dianiaya seperti itu hanya karena masalah bendera, tidak dibenarkan," kata Enembe sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Suasana saat ribuan pendemo ditemui Gubernur Papua Lukas Enembe di Lapangan Apel Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Senin (19/08/2019).
Suasana saat ribuan pendemo ditemui Gubernur Papua Lukas Enembe di Lapangan Apel Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Senin (19/08/2019). (KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)

Ia mempertanyakan kebijakan Khofifah yang tidak menerjunkan Banser untuk membela mahasiswa Papua yang diserang oleh organisasi kemasyarakatan lainnya.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved