Pergerakan Rupiah

Sempat Menguat Tajam, Rupiah Hari Ini Senin (19/8) Ditutup Menguat Tipis. Ini Penyebabnya

Rupiah sempat mengalami penguatan tajam di awal pekan ini. Namun, pada penutupan perdagangan di pasar spot hanya menguat 0,01 persen.

Sempat Menguat Tajam, Rupiah Hari Ini Senin (19/8) Ditutup Menguat Tipis.  Ini Penyebabnya
Kompas
Nilai tukar rupiah terhadap dolar 

“Jika terealisasi, maka akan menandai laju pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak tahun 2013,” jelas Ibrahim.

Menurut Ibrahim, Optimisme PDB ini sukses membuat arus modal kembali masuk ke Indonesia sehingga pasar kembali mengoleksi asset berisiko terutama mata uang garuda. “Sehingga penguatan rupiah di hari ini menjadi kado terindah di hari kemerdekaan Indonesia,” ujar Ibrahim.

Meskipun demikian, penguatan rupiah hari ini tertahan karena ada perkembangan baru dari kondisi perang dagang. Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya belum siap untuk melakukan perdagangan dengan China.

Trump menegaskan perang dagang dengan China tidak membahayakan AS dan bahwa ekonomi berjalan sangat baik. “Presiden juga menegaskan bahwa dia tidak siap untuk membuat perjanjian perdagangan dengan China, mengisyaratkan bahwa dia ingin melihat Beijing menangani protes yang sedang berlangsung di Hong Kong terlebih dahulu,” jelas Ibrahim.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mempunyai pendapat lain mengenai pergerakan rupiah hari ini. Ia mengatakan rupiah hari ini sempat mengalami penguatan yang cukup besar di sesi I perdagangan. Hanya saja, setelah sesi 2 perdagangan kembali dibuka rupiah perlahan mengalami koreksi meskipun hingga akhir penutupan mengalami penguatan tipis.

Josua berpendapat sentimen yang memengaruhi koreksi pada rupiah di sesi II perdagangan karena komentar dari menteri keuangan RI yang bilang akan membatasi kepemilikan asing pada SBN menjadi sekitar 20% dengan mengembangkan basis investor domestik.

Inisiatif tersebut sebenarnya dinilai sangat baik oleh Josua. Hanya saja, pasar merespon komentar tersebut berbeda. “Komentar ini direspons oleh pasar dengan pembelian dolar AS sehingga tadinya berada di Rp 14.200 menjadi Rp 14.240,” ujar Josua.

Untuk esok hari, Ibrahim memprediksi rupiah akan mengalami pelemahan tipis di kisaran level Rp 14.177 – Rp 14.288 per dollar AS. Alasannya, masih terkait tarik menarik sentimen perang dagang AS-China yang negatif dan rencana China melakukan reformasi suku bunga yang dinilai sebagai sentimen positif.

Berbeda, Josua masih memperkirakan rupiah masih ada peluang menguat di kisaran Rp 14.200 – Rp 14.275 per dollar AS. Alasannya, sentimen eksternal perang dagang masih mempengaruhi pergerakan rupiah esok karena minimnya data yang akan keluar malam ini.

Selain itu, Josua juga berpendapat pasar menantikan hasil RDG Bank Indonesia yang akan dilaksanakan dalam pekan ini.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Meski sempat menguat tajam, rupiah ditutup menguat tipis, ini penyebabnya

Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved