Bertekad Dirikan Pabrik Aspal Karet, Usman Ermulan Terima Banyak Masukan Maju Pilgub
Kata Usman, ia akan melihat konstelasi politik yang saat ini masih sangat dinamis, apalagi prosesnya masih sangat panjang.
JAMBI, TRIBUN - Nama Usman Ermulan kini mulai digadang untuk maju di Pemilihan Gubernur Jambi 2020, Usman dinilai cukup matang dengan pengalamannya dua periode memimpin Tanjung Jabung Barat, dan menjadi representasi dari wilayah Timur Jambi.
Usman Ermulan saat berbincang bersama Tribun belum lama ini menyebut, memang sudah cukup banyak tokoh masyarakat dan tokoh agama yang menghubunginya dan memberi saran untuk maju di Pilgub Jambi 2020.
Kata Usman, ia akan melihat konstelasi politik yang saat ini masih sangat dinamis, apalagi prosesnya masih sangat panjang. Meski demikian ia menyebut akan mengakomodir semua masukan yang ia terima.
“Inovasi sangat dibutuhkan untuk membangun Provinsi Jambi, sehingga bisa terwujud peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah. Tentu menjadi pekerjaan mulia jika bisa mengabdi untuk membangun daerah,” kata Usman Ermulan.
Hal utama yang menjadi pekerjaan rumah kepala daerah di periode depan kata Usman, adalah meningkatkan harga komoditas petani, di antaranya karet, sawit, kopi, kelapa hingga pinang.
Untuk komoditas karet, sebenarnya pemerintah pusat sudah membuka lampu hijau agar kepala daerah berinovasi membuat aspal berbahan karet dari petani.
Pemerintahan di Jambi, lanjut Usman sebaiknya sudah mulai untuk serius melakukan produksi aspal berbahan karet tersebut, hal ini mesti dikoordinasikan dengan semua kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota, agar pabrik berbahan karet bisa didirikan di setiap daerah.
“Untuk teknologi saya yakin pemerintah pusat akan membantu, karena program ini sudah mendapat lampu hijau presiden, tinggal kepala daerah yang melakukan inovasi dengan mendirikan pabrik aspal berbahan karet di setiap daerah,” lanjutnya.
Sehingga dalam pengerjaan pembangunan jalan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sudah bisa menggunakan aspal berbahan karet.
Hal ini akan berdampak sangat baik kepada petani karet, harga karet di tingkat petani dipastikan akan meningkat di banding saat ini.
“APBD itu direalisasikan setiap tahun, termasuk untuk infrastruktur jalan, artinya selama kita membangun jalan, maka selama itu karet petani akan terus terserap,” pungkasnya.
Dan ini juga akan menciptakan persaingan harga antara pabrik karet untuk aspal dan pabrik karet untuk ekspor. “Karena ada persaingan harga, maka harga karet akan terus tinggi,” jelas Usman.
Naiknya harga karet kata Usman akan berdamnpak cukup besar, bukan hanya kepada petani, namun juga ke pasar. Lambatnya laju ekonomi di Provinsi Jambi tidak lepas dari rendahnya harga karet.
“Saya yakin, kalau harga karet mahal, pasar akan ramai, bahkan dampaknya sampai ke Kota Jambi yang bukan penghasil karet. Orang akan berbelanja, orang akan datang menikmati lokasi wisata, sehingga dampak ekonominya sangat besar,” pungkas Usman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/usman-ermulan_20180226_115058.jpg)