Kronologi Tulungagung Berdarah, Kakek Bacok 3 Kerabatnya di Resepsi Pernikahan, Pengakuan Pelaku

Bahkan, tanpa melihat situasi, kakek tersebut membacok saudaranya di sebuah resepsi pernikahan. kakek yang bernama Juremi itu kemudian kabur

Editor: Suci Rahayu PK
pixabay.com
Ilustrasi 

Kronologi Tulungagung Berdarah, Kakek Bacok 3 Kerabatnya di Resepsi Pernikahan, Pengakuan Pelaku Soal Dendam

TRIBUNJAMBI.COM, TULUNGAGUNG - Diduga karena persoalan dendam dan perkara lainnya, kakek ini tega membacok tiga saudaranya secara keji hingga tragedi Tulungagung berdarah terjadi.

Bahkan, tanpa melihat situasi, kakek tersebut membacok saudaranya di sebuah resepsi pernikahan.

Setelah melakukan aksi pembacokan, kakek yang bernama Juremi itu kemudian kabur dan bersembunyi.

Lalu polisi mengejar pelaku yang kabur ke Sungai Brantas dan berhasil mengamankan pelaku.

Baca: Unggah Foto Bareng Wanita Papua & Gaya Rambut Cornrow, Agnez Mo Tuai Pro dan Kontra

Baca: Perguruan Tinggi Negeri Terbaik 2019 Didominasi PTN di Pulau Jawa, ITB Peringkat Pertama Disusul UGM

Baca: Kondisi Raffi Ahmad setelah Kehilangan Suara saat Pagi Hari, Suaranya Bakal Berubah?

Tulungagung berdarah.

Tragedi ini terjadi setelah dengan keji Juremi (65), warga Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, membacok tiga orang yang masih punya pertalian saudara, yaitu Suhanto (69), Henik Nuryati (42) dan Legistio (19).

Terjadilah tragedi Tulungagung berdarah.

Terlebih, pembacokan yang dilakukan Juremi terhadap tiga orang yang masih tercacat sebagai saudaranya sendiri tersebut dilakukan ketika sedang berlangsung acara resepsi pernikahan kerabatnya.

Dari tiga korban kebrutalan pembacokan Juremi, Suhanto adalah adik iparnya.

Sedangkan Henik adalah keponakannya dan Legistio adalah cucu dari Suhanto.

Legistio, salah satu korban tragedi Tulungagung berdarah berkisah, awalnya dirinya bersama ibu dan kakeknya datang ke hajatan salah satu warga, Kamis (15/8/2019) malam.

Tiba-tiba dirinya mendengar seperti sebuah benda besar yang jatuh.

Saat menengok ke arah suara itu, ternyata Suhanto sudah tergeletak.

Sementara Juremi terus menghujani dengan bacokan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved