Berita Tanjab Barat

Di Lokasi Inilah, H Kasim Cs Kibarkan Bendera Merah Putih, Pertamakali di Kota Kuala Tungkal

Di Lokasi Inilah, H Kasim Cs Kibarkan Bendera Merah Putih, Pertamakali di Kota Kuala Tungkal

Di Lokasi Inilah, H Kasim Cs Kibarkan Bendera Merah Putih, Pertamakali di Kota Kuala Tungkal
Tribunjambi/Darwin Sijabat
Syamsul, Sejarawan. Di Lokasi Inilah, H Kasim Cs Kibarkan Bendera Merah Putih, Pertamakali di Kota Kuala Tungkal 

Di Lokasi Inilah, H Kasim Cs Kibarkan Bendera Merah Putih, Pertamakali di Kota Kuala Tungkal

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Informasi kemerdekaan di Kuala Tungkal diketahui Tanggal 19 Agustus melalui radio BBC London, PTT. Dan pengibaran bendera pertama di lapangan atau lokasi masjid Agung saat ini.

Syamsul, Sejarawan Kuala Tungkal mengatakan, informasi kemerdekaan kemungkinan sudah terdengar sejak 17 Agustus.

Lantas kenapa pada saat 17 Agustus itu tidak ada pengibaran bendera, karena marwah kekuasaan Jepang saat itu kata Syamsul, masih terasa.

Baca: Pendaki yang Peringati Hari Kemerdekaan di Gunung Kerinci Tahun Ini Turun Drastis, Diduga Karena Ini

Baca: Saat Tahu Dirinya akan Dieksekusi Mati, Bung Karno Tenang Setelah Dia Buka Alquran Baca Ayat Ini

Baca: Nasib Bupati Nduga yang Minta Polri dan TNI Ditarik saat Berburu KKB Papua, Didatangi 2 Jenderal

Dan, teknologi belum berkembang seperti sekarang. Sehingga masyarakat masih menunggu kepastian informasi tersebut.

"Di Kuala Tungkal informasi kemerdekaan itu cepat karena terpantau dengan Radio BBC London, Post Telegram Telkom (PTT). Dahulu cuman ada radio, radio BBC ini bisa menangkap siaran dari luar," terangnya.

Informasi awal itu dari Oleh H M R Kurchi, Kepala Radio.Kemudian disampaikan ke Mahyuddin Diah Syahbandar, Kepala Pabean Kuala Tungkal, (Sekarang Bea Cukai) dan dilanjutkan kepada masyarakat melalui mulut ke mulut dan selebaran. 

Setelah itu langsung penaikan bendera di ruang terbuka yang saat ini Masjid Agung Al-istiqomah pada 19 Agustus 1945 oleh H Kasim dan kawan-kawan. 

"Pengibaran pertama itu di lapangan, sekarang Masjid Agung. Pengibaran dengan menaiki tangga bambu," jelasnya.

Pasca pengibaran, semangat kemerdekaan semakin kuat dan dengan teriakan merdeka diikuti simbol kemerdekaan seperti bendera dan lain sebagainya berkeliling kota.

Situasi pada tahun 1945

Syamsul mengisahkan, jika pada tahun 1945 tidak ada konflik dengan Jepang, karena Jepang dianggap saudara.

Pola perang di Tungkal ada beberapa jenis yaitu perang laut untuk blokade laut, Perang sungai, perang kota (Kota Kuala Tungkal), dan perang desa.

"21 Januari, agresi kedua setelah perang kota, dan terjadi perang desa di Teluk Nilau, perang paling hebat yang pernah ada di Tanjung Jabung," katanya.

Di Lokasi Inilah, H Kasim Cs Kibarkan Bendera Merah Putih, Pertamakali di Kota Kuala Tungkal (Darwin Sijabat/Tribun Jambi)

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved