Berita Tanjab timur

Kabut Asap Akibat Karhutla di Tanjab Timur, Siswa Masih Belum Diliburkan Diknas Tunggu Dinas LH

Pemerintah Tanjung Jabung Timur belum merencanakan untuk mengeluarkan surat edaran bagi siswa dan siswi sekolah untuk diliburkan

Kabut Asap Akibat Karhutla di Tanjab Timur, Siswa Masih Belum Diliburkan Diknas Tunggu Dinas LH
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Kepala Dinas Pendidikan Tanjung Jabung Timur, Junaedi Rahmat 

Kabut Asap Akibat Karhutla di Tanjab Timur, Siswa Masih Belum Diliburkan Diknas Tunggu Dinas LH

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kondisi kemarau panjang yang terjadi saat ini mengakibatkan kebakaran dan kabut asap mulai terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Dinas Pendidikan terus koordinasi dengan LH.

Meski kondisi kabut asap yang terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sudah mulai terlihat, Pemerintah Tanjung Jabung Timur belum merencanakan untuk mengeluarkan surat edaran bagi siswa dan siswi sekolah untuk diliburkan.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Tanjung Jabung Timur, Junaedi Rahmat kepada Tribunjambi.com Selasa (13/8/2019) terkait imbauan ataupun surat edaran untuk libur sekolah sejauh ini pihaknya belum melakukan hal tersebut dan masih berkoordinasi dengan Dinas LH.

"Kalau kita lihat saat ini kabut asap yang terjadi masih belum terlalu mengkhawatirkan, meski demikian kita tetap terus berkoordinasi dengan Dinas LH untuk mengetahui perkembangan kondisi udara," ujarnya.

Baca: Ramalan Zodiak 14 Agustus 2019, Aries Sepertinya Lagi Senang, Virgo Hari-hati Terhadap Mood Sendiri

Baca: Daftar Mobil Bekas Harga Kisaran Rp 80 Juta, Honda, Ford, Nissan, Toyota, Daihatsu, Hyundai, Mazda

Baca: Cara Mengisi BBM Self Service, Jangan Goyang-goyangkan Kendaraan, Ini Sebabnya

Baca: Satresnarkoba Polres Batanghari Ringkus Pengedar Sabu di Desa Bungku, Lokasi Illegal Drilling

Lebih lanjut dikatakannya, untuk surat edaran atau himbauan libur tentunya Dinas Pendidikan tidak dapat mengeluarkan surat edaran, meskipun kabut asap sudah terlihat di beberapa daerah terutama daerah yang terdapat kasus kebakaran hutan dan lahan.

" Kita tetap menunggu perkembangan dari LH, setelah nanti kondisi udara sudah memang membahayakan baru kita akan laporkan ke Bupati dan membuat surat edaran," jelasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved