Dipicu Masalah Papua Barat, Bung Karno Pernah Semprotkan Kalimat Ini, hingga Menlu AS Ketar-ketir
TRIBUNJAMBI.COM - Tepatnya 16 tahun yang lalu pernah ada peristiwa yang membuat suasana Indonesia tak enak.
TRIBUNJAMBI.COM - Tepatnya 16 tahun yang lalu pernah ada peristiwa yang membuat suasana Indonesia tak enak.
70 figur politik Papua dengan mengibarkan bendera Bintang Kejora di Irian Barat pada 1 Desember 1961.
Tindakan main api ini diperparah dengan disandingkannya bendera Bintang Kejora dengan bendera Merah-Putih-Biru milik Belanda.
Hari itu para elit Papua pengikut Belanda juga menyepakati untuk memberi nama Papua Barat dan meresmikan lagu kebangsaan 'Hai Tanahku Papua' dengan lambang negara 'Burung Mambruk' serta semboyan 'Satu Rakyat, Satu Jiwa.'
Baca: Seperti Tak Ingin Kehilangan, Real Madrid Tawarkan Gaji Fantastis untuk Neymar agar Tak ke Barceolna
Baca: Rencana Pertemuan Partai Koalisisi Pengusung Fachrori Umar di Pilgub Jambi Batal, Ini Alasannya
Aksi 'teatrikal' ini mendapat respon keras dari pemerintah Indonesia.
Indonesia memandang Belanda mencoba membuat negara boneka Papua dengan aksi teatrikal itu.
Mengutip Asvi Warman Adam : Determinasi Soekarno Memilih Hari Proklamasi yang diterbitkan oleh Majalah Intisari No.635 Agustus 2015, 18 hari kemudian untuk merespon aksi teatrikal itu, Soekarno langsung mengumandangkan Tri Komando Rakyat (Trikora) di Yogyakarta.
Baca: Dianggap Sosok Serius, Kisah Kocak Soekarno Saat ke Amerika, Beli Beha hingga Tanyai SPG Ukurannya
Baca: VIDEO Highlight dan Cuplikan Gol Man United vs Chelsea Skor Akhir 4-0 Pekan Perdana Liga Inggris
Baca: M Rahman Atau Al Amin Nasution Siapa Wagub Jambi? Partai Koalisi Bahas Dengan Fachrori Ini Jadwalnya
Sengaja Soekarno mengumandangkan Trikora pada 19 Desember 1961 untuk mengingat Agresi Militer Belanda pada 19 Desember 1948 di Yogyakarta.
Kini Indonesia menuntut balas atas Agresi Militer itu dengan merebut Irian Barat yang sudah menjadi hak bangsa ini.
Menindaklanjuti seruan ini, maka Angkatan Perang Indonesia membentuk Komando Mandala yang dikomandani oleh Soeharto.
Baca Juga: Dapat Daging Berlebih? Begini Tips Memasaknya yang Mudah dan Sehat
Baca: Video Skill Magic Neymar, Bakal Direbut Real Madrid dari PSG dengan Rp 635 Miliar untuk Pukul Barca
Baca: Raja Kokain, Pablo Escobar Bakar Uang Rp 20 Miliar Demi Menghangatkan Tubuh Putrinya Kedinginan
Segera berbondong-bondong kekuatan tempur dikonsolidasi lalu dilakukan berbagai operasi militer ke Irian Barat.
Beralihnya diplomasi basa-basi Indonesia di meja perundingan menjadi 'gebuk dulu urusan belakangan' tak lain dan tak bukan karena sikap Belanda dan Amerika yang sebelumnya keras kepala kukuh agar Irian Barat jadi negara sendiri.
Awalnya Indonesia ingin masalah Irian Barat diselesaikan di meja perundingan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).