Ibadah Haji 2019

Jemaah Sampai Menangis, Fenomena Langka, Hujan Deras Guyur Jemaah Haji saat Wukuf di Padang Arafah

Jarum jam masih menunjukkan pukul 15.00 sore hari waktu Arab Saudi ketika jemaah haji masih khusyu’ melantunkan doa-doa di Padang Arafah.

Jemaah Sampai Menangis, Fenomena Langka, Hujan Deras Guyur Jemaah Haji saat Wukuf di Padang Arafah
IST
Jemaah Sampai Menangis, Fenomena Langka, Hujan Deras Guyur Jemaah Haji saat Wukuf di Padang Arafah 

Jemaah Sampai Menangis, Fenomena Langka, Ini Foto-foto Hujan Deras Guyur Jemaah Haji saat Wukuf di Padang Arafah

TRIBUNJAMBI.COM - Jemaah Sampai Menangis, Fenomena Langka, Hujan Deras Guyur Jemaah Haji saat Wukuf di Padang Arafah.

Saat ini sejumlah umat muslim yang melakukan ibadah haji tengah menjalani ritual di Padang Arafah.

Waktu mustajabah untuk wukuf di Padang Arafah belum berakhir.

Jarum jam masih menunjukkan pukul 15.00 sore hari waktu Arab Saudi ketika jemaah haji masih khusyu’ melantunkan doa-doa di Padang Arafah.

Awalnya hujan ini rintik-rintik tapi lama kelamaan deras juga.

Jemaah haji yang awalnya berada di dalam tenda berhamburan keluar dari tenda seolah tak percaya hujan turun di Padang Arafah.

Tanpa disangka- sangka air hujan tiba-tiba turun dari langit membasahi bumi Arafah y
Tanpa disangka- sangka air hujan tiba-tiba turun dari langit membasahi bumi Arafah yang sangat jarang dibasahi air hujan dan terlihat gersang. Awalnya hujan ini rintik-rintik tapi lama kelamaan deras juga. (Darmawan/Tribunnews.com)

Baca: LINK Live Streaming MotoGP Austria 2019 Siaran Langsung Trans7 Cara Nonton di Android dan Komputer

Baca: Jadwal Bola Hari Ini Liga Inggris 2019/2020 Laga Bigmatch Man United vs Chelsea Link Live Streaming

Baca: Resep-resep Sederhana Berbahan Dasar Kikil yang Mudah dan Simpel untuk Idul Adha 2019

Baca: Bocoran Terbaru Spesifikasi HP Huawei Terbaru 2019, Gunakan HongmengOS, Kelebihan Dibanding Android

Mereka makin kencang memanjaat doa bentuk kesyukuran Allah menurunkan hujan di saat mustajabah wukuf.

“Alhamdulillah, alhamdulillah...ini berkah. Insya Allah ini adalah berkah,” kata seorang jemaah bersuara cukup kencanf dari luar tenda.

Turunnya hujan di Arab Saudi memang sesuatu yang sangat langka. Apalagi selama musim haji ini cuaca di Arab Saudi sangat panas berkisar 40 hingga 49 derajat celcius.

Tanpa disangka- sangka air hujan tiba-tiba turun dari langit membasahi bum
Tanpa disangka- sangka air hujan tiba-tiba turun dari langit membasahi bumi Arafah yang sangat jarang dibasahi air hujan dan terlihat gersang. Awalnya hujan ini rintik-rintik tapi lama kelamaan deras juga. (Darmawan/Tribunnews.com)

Namun cuaca panas ekstrim tersebut berubah seketika di hari wukuf Arafah ketika memasuki fase puncak haji.

Hingga sore ini jemaah haji masih berada di dalam tenda Arafah. Mereka dijadwalkan akan bergeser ke Muzdalifah untuk menjalani mabit.

Berikut foto-foto jamaah asal Indonesia dalam kejadian langka tersebut:

Hujan mengguyur Padang Arafah saat wukuf, Sabtu (10/8/2019).
Hujan mengguyur Padang Arafah saat wukuf, Sabtu (10/8/2019). Hujan saat wukuf adalah peristiwa langka, sebelumnya cuaca di Arafah mencapai 40 derajat celcius. (Tribunnews/Darmawan/MCH2019).
Hujan mengguyur Padang Arafah saat wukuf, Sabtu (10/8/2019). Hujan saat wu
Hujan mengguyur Padang Arafah saat wukuf, Sabtu (10/8/2019). Hujan saat wukuf adalah peristiwa langka, sebelumnya cuaca di Arafah mencapai 40 derajat celcius. (Tribunnews/Darmawan/MCH2019).

Jemaah Haji Indonesia Nikmati Waktu Subuh di Padang Arafah, Jelang Waktu Wukuf

Berada di Padang Arafah dan hidup di bawah tenda-tenda perkemahan tak membuat jemaah haji Indonesia ketinggalan kebiasaan minum kopi di pagi hari.

Pagi ini Sabtu (10/8/2019) Waktu Arab Saudi, 231 ribu jemaah haji sudah berada di Padang Arafah menanti tibanya waktu wukuf Arafah yang akan berlangsung usai salat dhuhur nanti siang.

Dilaporkan seluruh jemaah haji Indonesia sudah diangkut ke Padang Arafah semalam.

Pendorongan jemaah haji tahun ini berlangsung lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya lebih cepat 4 jam.

Jemaah yang didorong paling akhir adalah sektor 11, pada pukul 20.50 Waktu Arab Saudi.

Usai istirahat jemaah haji ini bangun pukul 04.00 untuk melaksanakan salat subuh.

Suasana subuh di Padang Arafah jelang wukuf, Sabtu (10/8/2019). Jemaah haji menikmati subuh di Arafah dengan santai sambil mendengarkan siraman ruhani
Suasana subuh di Padang Arafah jelang wukuf, Sabtu (10/8/2019). Jemaah haji menikmati subuh di Arafah dengan santai sambil mendengarkan siraman ruhani (Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019)

Usai salat subuh para jemaah mendengarkan ceramah siraman ruhani di tenda masjid yang disediakan di tengah-tengah pemukiman tenda-tenda.

Ceramah disampaikan oleh KH Imam Daruqutni.

Acara ini berlangsung santai, beberapa jemaah haji terlihat mendengarkan ceramah sambil seruput kopi.

Petugas haji dari bagian konsumsi memang menyediakan tempat bikin kopi di luar tenda.

Air panas, kopi dan teh disediakan di atas meja memudahkan jemaah haji untuk menyeduhnya.

Suasana di puncak Jabal Rahmah, Sabtu (10/8/2019) dini hari Waktu Arab Saudi. Ribuan jemaah haji dari berbagai negara incar posisi wukuf di Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat bertemuanya Nabi Adam dan Hawa. (Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019).
Suasana di puncak Jabal Rahmah, Sabtu (10/8/2019) dini hari Waktu Arab Saudi. Ribuan jemaah haji dari berbagai negara incar posisi wukuf di Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat bertemuanya Nabi Adam dan Hawa. (Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019). ((Tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019))

Jabal Rahmah Favorit

adang Arafah semakin dipadati jemaah haji dari seluruh dunia. Jabal Rahmah menjadi tempat favorit jemaah. Mengapa?

Pantauan tribunnews di pegunungan ini semakin malam semakin ramai dikunjungi para jemaah haji yang datang ke gunung tersebut dengan jalan kaki.

Bahkan tak sedikit jemaah haji tersebut berasal dari Indonesia, seolah-olah mereka tak kenal waktu mendaki Jabal Rahmah saat dini hari.

Sebagian besar jemaah yang datang ke Jabal Rahmah memang berasal dari jemaah haji selain Indonesia.

Mereka berbondong-bondong datang dengan membawa berbagai perlengkapan mulai dari alas tidur hingga beberapa makanan.

Tampaknya para jemaah haji ini mengincar posisi wukuf di Jabal Rahmah.

Mengapa Jabal Rahmah diincar hingga menjadi lokasi wukuf terpavorit bagi jemaah?

Jabal Rahmah sebagaimana diketahui adalah pegunungan yang diyakini sebagai tempat bertemu Nabi Adam dan Hawa setelah terpisah ratusan tahun usai keduanya dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi.

Tak heran, jika suasana malam di Jabal Rahmah sangat ramai.

Jemaah banyak yang berdoa di situ terutama di puncak gunung, ada juga yang menggelar alas tidur lesehan dan tidak sedikit pula yang asik ngobrol santai menikmati malam di Jabal Rahmah.

Jamaah Haji berfoto di depan terowongan yang menjadi akses masuk menuju Mina, Jumat (9/8/2019). Penjagaan ke Armuzna diperketat jelang wukuf di Arafah besok. Tribunnews/HO/Bahaudin/MCH2019
Jamaah Haji berfoto di depan terowongan yang menjadi akses masuk menuju Mina, Jumat (9/8/2019). Penjagaan ke Armuzna diperketat jelang wukuf di Arafah besok. Tribunnews/HO/Bahaudin/MCH2019 (TRIBUN/HO/Bahaudin/MCH2019)

Makin Padat 
Patauan Tribunnews.com, tepat pada pergantian hari dari Jumat ke Sabtu 8 ke 9 Dzulhijjah, 9 ke 10 Agustus 2019 waktu Arab Saudi suasana di Padang Arafah semakin ramai dengan kedatangan ribuan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia.

Bahkan hingga dini hari ratusan kendaraan mulai dari bus hingga kendaraan pribadi memadati jalanan di Padang Arafah.

Mereka mengangkut jemaah haji untuk diantar ke tenda-tenda tempat menginap selama di Arafah.

Waktu wukuf sebagaimana diketahui tinggap hitungan jam.

Waktu mustajabah wukuf akan datang saat tergelincirnya matahari hingga menjelang terbenam matahari sore ini Waktu Arab Saudi.

Dikutip dari Gana Islamika, Wukuf merupakan bagian terpenting dari ibadah haji.

Pada hari ke-9 bulan haji.

Para peziarah pergi ke dataran yang disebut Arafah, terletak sekitar 19 km ke arah timur dari Makkah.

Di sini mereka berdiri di sebuah tempat yang diyakini sebagai tempat Nabi Adam berdoa.

Dalam sejarah Islam, dikisahkan Nabi Muhammad menyampaikan khotbah terakhirnya di tempat ini pada tahun 632 M.

Kemudian para peziarah tersebut berdoa, dan mendengarkan khotbah sampai matahari terbenam.

(Tribunnews.com/Husein Sanusi).

Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved