KSOP Kuala Tungkal Imbau Pelaut Waspadai Kabut Asap

Pelaut di Kabupaten Tanjab Barat dihimbau lebih waspada saat melintasi lintasan yang tertutup kabut asap tebal.

KSOP Kuala Tungkal Imbau Pelaut Waspadai Kabut Asap
IST
Kebakaran lahan di Tanjab Timur. 

KSOP Kuala Tungkal Imbau Pelaut Waspadai Kabut Asap

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Kabut asap yang menutup jalur pelayaran sungai, ternyata juga menjadi perhatian Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kuala Tungkal, Tanjab Barat. Pelaut dihimbau lebih waspada saat melintasi lintasan yang tertutup kabut asap tebal.

Kepala Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP), KSOP Kuala Tungkal, Junaidi mengatakan, adanya kabut asap ini memang sudah mulai dirasakan mengganggu pelayaran. Namun belum berdampak secara signifikan.

Kendati demikian, laporan resmi terkait musibah kabut asap juga belum ada. Namun pelaut tetap diminta untuk lebih hati-hati.

"Memang belum ada laporan resmi, dan dinyatakan masih aman. Akan tetapi tetap saja kita mengimbau bagi penguna jasa laut seperti nelayan, pengusaha angkutan laut, dan para kapten kapal yang melintas di kawasan perairan kualatungkal untuk tetap berhati hati, keselamatan harus menjadi prioritas utama," katanya Selasa (6/8).

Baca: Kabut Asap Mulai Ganggu Pelayaran di Tanjab Barat, Jarak Pandang Hanya Satu Mil

Baca: Rapat Koordinasi Karhutla di Jakarta, Bupati Safrial Sebut Pemancing Sering Buang Rokok Sembarangan

Baca: Ikut Padamkan Api, Bupati Masnah Peringatkan Warga Muarojambi Tidak Bakar Lahan

Baca: Kebakaran Lahan di Tanjab Timur Merembet ke Kawasan Tahura, Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Baca: 919 Kendaraan Plat Luar Berubah Jadi BH Jambi, Pemutihan BBNKB Tahap II Berakhir September

Kapten kapal harus mengurangi kecepatan saat melintasi kabutbasap yang tebal. Karena jarak pandang pasti terbatas. Terutama saat melintasi sungai.

"Saat melakukan pelayaran subuh ini yang harus lebih waspada, karena kabut asap lebih tebal dan sinar matahari belum ada," ujarnya.

Sedangkan untuk pelayaran laut, sejauh ini menurut Junaidi masih aman. Ini lantaran pelaut bisa menggunakan GPS saat berlayar dan tak ada tebing. Berbeda dengan di sungai yang lintasannya terbatas.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved