Berita Selebritis

Kehidupan Baru Mulan Jameela Usai Ahmad Dhani Dipenjara, Rela Nyanyi Dangdut Keliling Demi Cari Uang

Kali ini ada yang beda selama ini Mulan nyanyi di TV atau panggung besar, sekarang Mulan Jameela harus mau nyanyi keliling dari panggung ke panggung.

Kehidupan Baru Mulan Jameela Usai Ahmad Dhani Dipenjara, Rela Nyanyi Dangdut Keliling Demi Cari Uang
ist
Kehidupan Baru Mulan Jameela Usai Ahmad Dhani Dipenjara, Rela Nyanyi Dangdut Keliling Demi Cari Uang 

Mulan mengaku tidak berhenti menyanyi.

"Setelah hijrah bukan mengurangi menyanyi sih, justru berkurang. Pasti mau enggak mau ya, kalau sudah berhijab klien juga bingung nyanyi.

"Tapi bukannya tidak nyanyi sama sekali, masih nyanyi," kata Mulan Jameela ketika ditemui di sela-sela acara 'Hijrah Fest', di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).

Tweet Ahmad Dhani yang Jadi Sumber Masalah

Musisi Ahmad Dhani dinilai terbukti bersalah karena menyebarkan informasi yang kemudian menimbulkan rasa kebencian terhadap suatu golongan melalui cuitannya di akun twitter @AHMADDHANIPRAST.

Dengan kata lain, Ahmad Dhani melanggar pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Berikut Perjalanan kasus ujaran kebencian yang menyeret Ahmad DhanidirangkumTribunnews.com:

1. Awal mula kasus

Kasus ujaran kebencian yang menimpa Ahmad Dhani ini bermula ketika Jack Boyd Lapian melaporkan Ahmad Dhani ke polisi atas tuduhan ujaran kebencian.

Suami Mulan Jameela itu dianggap telah menuliskan pernyataan bersifat sarkastis pada akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, dalam rentang waktu Februari hingga Maret 2017.

Polisi menyerahkan lima alat bukti kepada kejaksaan, yakni screenshoot akun Twitter atas nama Ahmad Dhani Prasetyo; satu unit HP; satu buah e-mail beserta password; satu buah akun Twitter dengan nama ADP; dan sebuah sim card.

Berikut cuitan-cuitan Ahmad Dhani yang dilaporkan Jack ke pihak kepolisian:

"Yg menistakan Agama si Ahok... yg di adili KH Ma'ruf Amin...ADP"

Kicauan kedua diunggah pada 6 Maret 2017.

"Sila Pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur...kalian WARAS??? - ADP"

2. Berkas dilimpahkan ke kejaksaan

Setelah sempat dikembalikan oleh Kejaksaan, Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (12/3/2018) yang lalu, kembali melakukan pelimpahan berkas tahap 2 tersangka kasus ujaran kebencian dengan tersangka Ahmad Dhani ke Kejaksaan.

Dalam pelimpahan tahap dua ini, barang bukti berupa sim card yang digunakan pada saat menyebarkan ujaran kebencian di media sosial juga akan diserahkan ke kejaksaan.

3. Jalani sidang

Ahmad Dhani jalani sidang kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/5/2018) yang lalu.

Sidang tersebut beragendakan mendengarkan saksi dari jaksa penuntut umum.

Menurut Ahmad Dhani, saksi tersebut kurang memiliki kemampuan yang cukup untuk menjadi saksi.

"Sidang ini semakin terkuak, keempat saksi ini yang sudah hadir. Mereka ternyata tidak punya pengetahuan yang mumpuni dari barbagai hal," ucap Ahmad Dhani saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/5/2018).

"Mereka tidak tahu MUI memberikan fatwa. Jadi menurut mereka tidak perlu fatwa MUI ada," katanya.

Menganggap Kasusnya Kecil

Ahmad Dhani berujar kasus ujaran kebencian yang sedang dihadapinya bukanlah masalah yang harus dipusingkan.

Suami penyanyi Mulan Jameela itu berusaha tetap tenang menghadapi persidangan.

"(Kasus ujaran kebencian) Ini mah masalah kecil, enggak ada yang besar semua ini," kata Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/5/2018).

"Tenang aja untuk penggemar Ahmad Dhani di luar sana, jangan takut, jangan khawatir (atas kasusnya). Untuk para habaib seluruh Indonesia terima kasih atas doanya," kata Dhani.

Selain itu Ahmad Dhani juga menyoroti, antara lain, ketidaktahuan dua saksi dalam sidang kali ini mengenai fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

"Mereka (para saksi) tidak tahu MUI memberikan fatwa. Jadi, menurut mereka, tidak perlu fatwa MUI. Mereka kekurangan informasi, ketika ditanyai dalam sidang enggak mengerti apa-apa. Kami merasa dirugikan juga sih berada di sini dan bertemu saksi-saksi yang ada di sini," ucapnya.(*)

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id 

Editor: Tommy Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved