Jumat, 1 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Gempa di Banten

Video Gempa di Banten, Bangunan Mal Botani Square Bogor Berhamburan Keluar, Suara Gemuruh

Warga yang sedang berakitvitas di dalam ruangan panik dan langsung berhamburan ke luar. Seperti yang terjadi di Mal Botani Square Bogor.

Tayang:
Editor: Duanto AS

Video Gempa di Banten, Bangunan Mal Botani Square Bogor Berhamburan Keluar, Suara Gemuruh

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pengunjung berhamburan keluar saat gempa bermagnitudo 7,4 terjadi di wilayah perairan Banten, Jumat (2/8/2019) malam.

Gempa bumi itu terasa hingga di wilayah Bogor.

Warga yang sedang berakitvitas di dalam ruangan panik dan langsung berhamburan ke luar.

Seperti yang terjadi di Mal Botani Square Bogor.

Pengunjung panik dan langsung berhamburan ke luar mal dan berkumpul di area parkiran.

Seperti diketahui, goncangan gempa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

Goncangan gempa bahkan terasa sampai di wilayah jabodetabek.

Baca Juga

 Deretan Foto dan Video Detik-detik Masyarakat Berhamburan Saat Gempa Banten Magnitudo 7,4

 Detik-detik Pengunjung Mall Berhamburan Keluar Saat Terjadi Gempa Banten 7,4 SR

 UPDATE Data Sementara Kerusakan Akibat Gempa di Banten Jumat (2/7) Malam

 Kesalahan Terbesar Gading Marten Selama Menikah dengan Gisel Terungkap, Akhirnya Bercerai

teras cukup besar dan terjadi sekitar 2 kali dalam kurun waktu 1 menit.

Sejumlah warga pun panik dan berhambulan keluar rumah.

Seperti beberapa karyawan TribunnewsBogor.com yang langsung keluar kantor saat merasakan goncangan.

Dikabarkan beberapa pegawai hotel pun panik berhamburan keluar.

Raniah panik

Raniah, warga Kampung Peniis, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten menceritakan detik-detik terjadinya gempa berkekuatan 7.4 SR, Jumat (2/8/2019) malam.

Kepada Tribunnews.com, Raniah menceritakan detik-detik suasana tempat tinggalnya diguncang gempa.

Ia mengatakan, saat itu dirinya memasak air di dapur usai santap malam. ( gempa di Banten )

Saat sedang asik duduk, suara gemuruh terdengar kencang dari luar rumah.

Raniah beranggapan suara gemuruh berasal dari suara mobil truk yang melintas di jalan kampungnya.

Namun, tiba-tiba bangunan rumahnya yang baru direnovasi pascatsunami Banten Desember 2018 silam bergoyang keras.

"Karena di sini sedang angin kencang, kirain angin kencang. Tiba-tiba ada suara gemuruh kencang, dikira mobil truk lewat, tahu-tahu rumah langsung goyang," ucap Raniah kepada Tribunnews.com, melalui sambungan telepon, Jumat (2/8/2019) malam.

Ia lalu bercerita, warga di sekitar tempat tinggalnya berhamburan keluar rumah.

Saat keluar rumah, listrik di kampungnya seketika padam.

Kepanikan warga pun memuncak karena setelah gempa hebat, suasa kampung seketika gelap gulita.

"Langsung warga keluar dan mati lampu, langsung listriknya mati, makannya orang kelabakan. Orang-orang bingung mau kemana karena gelap, semua pada menjerit," ungkapnya.

Raniah bersama keluarga besarnya tampa pikir panjang memilik melarikan diri menuju lokasi yanh lebih tinggi dari rumahnya.

Sebab, ia tinggal kurang lebih 100 meter dari bibir pantai.

Khawatir terjadi tsunami, ia pun bersama ke 30 anggota keluarganya mengungsi sejauh 300 meter dari rumahnya.

"Saat ini saya mengungsi di saung kecil di sekitar sawah. Jaraknya 300 meter dari rumah," ujarnya.

Cabut peringatan tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Magnitudo 7.4, Jumat (2/8/2019) pukul 19:03:25 WIB.

"Peringatan Dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa Mag:7.4, 02-Agu-19 19:03:25 WIB, dinyatakan telah berakhir," tulis BMKG.

Sebelumnya gempa bumi yang berpusat di Sumur, Pandeglang, Banten tersebut dinyatakan BMKG berpotensi menimbulkan tsunami.

Dikutip Tribunnews.com dari tayangan KompasTV Breaking News Gempa Magnitudo 7,4 malam ini.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menginformasikan, peringatan dini tsunami akan dicabut jika sudah melewati pukul 21.35 WIB.

Ia juga mengungkapkan, peringatan dini tsunami harus menunggu 2 jam setelah gempa terjadi sebelumnya.

Dwikorita juga mengimbau agar tetap tenang dan masyarakat yang berada di lokasi waspada mohon segera menjauhi lokasi bibir pantai.

Melansir laman Kompas.com, Kepala Pusat Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, ada tiga daerah berstatus siaga tsunami pasca-gempa.

Menurut Rahmat, di tiga daerah itu yaitu Pandeglang, Lampung Selatan, dan Tanggamus berpotensi terjadi tsunami dengan gelombang relatif tinggi.

"Ini daerah-daerah yang cukup signifikan ancaman tsunaminya. Ancaman tsunaminya di atas 3 meter," kata Rahmat kepada Kompas TV, Jumat (2/8/2019).

Rahmat mengatakan, pusat gempa terdeteksi di selat sunda dengan jarak 159 kilometer dari Labuan, Pandeglang, Banten.

Gempa terasa hingga Jakarta, sebagian Jawa Tengah, Lampung, dan Bengkulu.

Menurut Rahmat, setelah terjadinya gempa, BMKG terus memantau potensi tsunami.

Namun demikian, setelah 40 menit gempa melanda, BMKG tak melihat perubahan muka air laut.

"Kami masih pantau, sampai sekarang kami belum melihat perubahan muka air laut. Kami berharap tak ada tsunami," kata dia.

Rahmat mengimbau warga di daerah yang masuk dalam level siaga dan waspada tsunami agar menjauhi pantai.

"Jika tak ada perubahan dalam waktu dua jam, mungkin akan kita akhiri (peringatan tsunami)," tukasnya.

Warga Sumur lari ke tempat tinggi

Ketenangan malam di daerah Sumur, Pandeglang, Banten berubah, menjadi kepanikan saat gempa bumi magnitudo 7,4 mengguncang, Jumat (2/8/2019) sekitar pukul 19.05 WIB.

Warga panik dan segera berhamburan keluar rumah setelah merasakan gempa yang dirasakan sangat kuat.

Trauma kejadian gempa dan tsunami pada akhir Desember 2018 lalu masih kuat dalam ingatan warga Sumur.

Karena itu warga langsung melarikan diri dan menyelamatkan diri menuju dataran lebih tinggi.

Pasien dan keluarga pasien RSUD Lebak berhamburan keluar pasca gempa 7.4 SR yang terjadi Jumat (2/8/2019) malam pukul 19.07 WIB.
Pasien dan keluarga pasien RSUD Lebak berhamburan keluar pasca gempa 7.4 SR yang terjadi Jumat (2/8/2019) malam pukul 19.07 WIB. (Istimewa)

Warga banyak berada di sekitar wilayah dekat ia tinggal.

"Sekarang semua masyarakat siaga. Tidak ada imbauan, hanya inisiatif masyarakat sendiri karena kita juga masih trauma. Jadi langsung menuju tempat yang aman saja," tuturnya.

Ia pun mengatakan, setelah gempa mengguncang, aliran listrik langsung padam.

Karena itu pula masyarakat semua masih berada di luar rumah dalam kondisi panik dan trauma.

( Video gempa di Banten, bangunan Mal Botani Square Bogor berhamburan keluar, suara gemuruh )

Subscribe Youtube

 Ramalan Zodiak Sabtu (3/8) - Pisces Stres, Capricorn Gaya Hidup Sehat, Pakai Baju Terbaikmu Gemini

 Cuma Kirim Segelintir Kopassus Misi sudah Beres, Rahasia Gerak Siluman Pasukan Elite TNI

 Siswi SMP Melahirkan Anak Perempuan, Pacarnya Tak Mau Tanggung Jawab, Akhirnya Urusan Polisi

 UPDATE Data Sementara Kerusakan Akibat Gempa di Banten Jumat (2/7) Malam

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved