Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Gempa di Banten

Raniah Panik saat Rumah Goyang, Detik-detik Gempa 7,4 SR di Banten, Suara Gemuruh

Detik-detik Gempa 7,4 SR di Banten, Langit Gelap Gulita dan Suara Gemuruh

Tayang:
Editor: Duanto AS
(kompas.com/ Acep Nazmudin)
Situasi di Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang pasca gempa Magnitudo 7,4 (Acep Nazmudin) 

Detik-detik Gempa 7,4 SR di Banten, Langit Gelap Gulita dan Suara Gemuruh

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Raniah, warga Kampung Peniis, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten menceritakan detik-detik terjadinya gempa berkekuatan 7.4 SR, Jumat (2/8/2019) malam.

Kepada Tribunnews.com, Raniah menceritakan detik-detik suasana tempat tinggalnya diguncang gempa.

Ia mengatakan, saat itu dirinya memasak air di dapur usai santap malam. ( gempa di Banten )

Saat sedang asik duduk, suara gemuruh terdengar kencang dari luar rumah.

Raniah beranggapan suara gemuruh berasal dari suara mobil truk yang melintas di jalan kampungnya.

Baca: Deretan Foto dan Video Detik-detik Masyarakat Berhamburan Saat Gempa Banten Magnitudo 7,4

Baca: Deretan Foto dan Video Detik-detik Masyarakat Berhamburan Saat Gempa Banten Magnitudo 7,4

Baca: Lihat Gaya Rambut Terbaru Agnez Mo, Tiru Model Tradisional Papua Kepang Tebal Ujungnya Unik

Baca: Postingan Tajam Agnez Mo Muncul, Sindiran Keras untuk Artis-artis yang Suka Gaya-gayaan Ini?

Baca: Bentuk Tubuh Terbaru Aura Kasih Berubah Mengejutkan, Ternyata Suami Masih 25 Tahun

Namun, tiba-tiba bangunan rumahnya yang baru direnovasi pascatsunami Banten Desember 2018 silam bergoyang keras.

"Karena di sini sedang angin kencang, kirain angin kencang. Tiba-tiba ada suara gemuruh kencang, dikira mobil truk lewat, tahu-tahu rumah langsung goyang," ucap Raniah kepada Tribunnews.com, melalui sambungan telepon, Jumat (2/8/2019) malam.

Ia lalu bercerita, warga di sekitar tempat tinggalnya berhamburan keluar rumah.

Saat keluar rumah, listrik di kampungnya seketika padam.

Kepanikan warga pun memuncak karena setelah gempa hebat, suasa kampung seketika gelap gulita.

"Langsung warga keluar dan mati lampu, langsung listriknya mati, makannya orang kelabakan. Orang-orang bingung mau kemana karena gelap, semua pada menjerit," ungkapnya.

Raniah bersama keluarga besarnya tampa pikir panjang memilik melarikan diri menuju lokasi yanh lebih tinggi dari rumahnya.

Sebab, ia tinggal kurang lebih 100 meter dari bibir pantai.

Khawatir terjadi tsunami, ia pun bersama ke 30 anggota keluarganya mengungsi sejauh 300 meter dari rumahnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved