Siapa Sebenarnya Soedjono Hoemardani, Jenderal Nyentrik Yang Buat Soeharto Menangis Kala Tutup Usia
Siapa sangka 12 Maret 1986, TVRI sebagai saluran televisi nasional Indonesia menayangkan prosesi pemakaman orang yang tak banyak dikenal dikalangan um
Di antara mereka yang punya jalur khusus dengan Soeharto adalah Sudjono, konon kata seorang ajudan dialah satu-satunya yang selain ibu Tien boleh masuk kamar tidur,” tulis Borsuk dan Chng.
Soedjono sering disebut-sebut sebagai penasehat spiritual Presiden Soeharto.
Hubungannya dengan Soeharto, konon terkait dengan Soediyat Prawirokoesoemo alias Romo Diyat, seorang guru spiritual yang pernah bilang pada Soedjono agar menjaga Soeharto karena dipercaya akan menjadi orang besar.
Baca: Benarkah Kesetiaan Gading Marten Seperti Ini? Astrid Tiar Beri Pengakuan Mengejutkan
Baca: Pegang Status Janda, Tubuh Kiki Amalia Tetap Segar Kini Jadi Pekerja Malam Pakai Baju Tak Biasa
Selain sebagai jenderal finansial, Sodjono juga salah satu pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
Ia adalah salah satu orang yang mencarikan dana untuk menghidupkan CSIS.
Kedekatan itulah yang membuat Seharto merasa kehilangan ketika sang sahabat tutup usia pada 12 Maret di Tokyo.
Pria asli Surakarta tersebut selain berpangkat jenderal ternyata ia juga bertitel doktorandus, seorang tokoh tari jawa di Solo.
Soedjono, mertua mantan Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo inilah salah satu orang yang bisa membuat Soeharto meneteskan air mata.(*