Advetorial

Kader JKN - KIS Jambi Raih Prestasi nomor 3 se- Wilayah Sumbagteng Jambi

Kader JKN-KIS memiliki fungsi pemasaran sosial yang bertujuan dapat mengubah perilaku masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta PBPU

Kader JKN - KIS Jambi Raih Prestasi nomor 3 se- Wilayah Sumbagteng Jambi
IST
Kader JKN - KIS Jambi Raih Prestasi nomor 3 se- Wilayah Sumbagteng Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM - Kader JKN-KIS memiliki fungsi pemasaran sosial yang bertujuan dapat mengubah perilaku masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta PBPU dan membayar iuran secara rutin.

Secara berkala, peserta dan calon peserta JKN-KIS akan diberi edukasi melalui kunjungan-kunjungan agar tertib dalam melaksanakan kewajiban membayar iuran serta memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan. 

Selain itu, Kader JKN-KIS juga berfungsi sebagai pengingat dan pengumpul iuran, baik kepada  peserta PBPU yang aktif maupun menunggak. Kader JKN-KIS juga berprofesi sebagai agen PPOB.

Adalah Rahman, seorang warga yang tinggal di Jalan Abdul Chatab RT 26 No 25 Kelurahan Pasir Putih Kota Jambi ini sudah menjalani peran sebagai kader JKN selama 3 Tahun terakhir, team jamkesnews pernah memberitakan tentang perjalanan karir Rahman ketika pertama kali merintis sebagai kader JKN di Wilayah kerjanya di Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Paal Merah.

“Perjalanan saya tersebut tidak selalu berjalan mulus,” kenang Rahman, adakalanya Rahman tidak diterima masyarakat di daerah binaannya,”saya dianggap calo atau terkadang penipu, tidak dibukakan pintu juga pernah padahal saya sudah mengenakan atribut Kader JKN yang dibekali oleh BPJS Kesehatan ,namun semua itu tidak menyurutkan semangat saya, terbukti kini saya sudah dikenal oleh tetangga dan masyarakat di daerah binaan saya dan upaya penagihan serta pengingat iuran yang saya laksanakan semakin mudah” tambahnya.

Baca: Tertua Berusia 93 Tahun, 350 CJH Kabupaten Tanjab Barat, akan Diberangkatkan dalam 2 Kloter

Baca: Ikutan Ramaikan Hari Pertama Sekolah, Najwa Shihab Bagikan Foto SD, Ternyata Takul Mapel SKJ

Baca: Persib Bandung vs Kalteng Putra Pembuktian Robert Rene Alberts Jauhkan Maung Bandung Dari Degradasi

"Rahman merupakan kader JKN dengan perolehan pembayaran terbesar pada satu tahun perjalanan karirnya, dan kini beliau kita daulat sebagai supervisor dari para kader JKN lainnya, selain perolehan pembayaran terbesar beliau juga giat mendukung rekan rekan sesama kader JKN untuk selalu semangat dalam upaya penagihan dan pengingat iuran peserta program JKN-KIS, bahkan tak segan segan beliau mengupayakan untuk turun bersama mendampingi rekan kader lainnya sembari membagi tips kunjungan yang baik” ujar Yuliarso

Budiman selaku Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan yang sekaligus sebagai penanggung jawab kader JKN di Wilayah Kantor Cabang Jambi

Upaya yang dilakukan Rahman selama ini memberikan kepuasan tersendiri kepada dirinya, selain menambah pundi pundi penghasilan, Rahman memiliki kesempatan untuk bergabung merayakan Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan ke-51 Tahun di Kantor Kedeputian Wilayah Sumbagteng Jambi di Pekanbaru.

Ia juga didaulat sebagai Kader JKN paling berprestasi nomor 3 se- Wilayah Sumbagteng Jambi yang terdiri dari 11 Kantor Cabang BPJS Kesehatan dengan jumlah 121 kader JKN yang bertugas di seluruh Kantor Cabang se- Kedeputian Wilayah Sumbagteng Jambi.

“Alhamdulillah saya tidak menyangka bahwa saya diberikan penghargaan sebagai kader terbaik ke 3 di Wilayah Sumbagteng Jambi ini, Insyaa Alloh ini menjadi penambah semangat saya dan rekan rekan Kader JKN di Wilayah Kantor Cabang Jambi untuk dapat lebih giat lagi dalam kunjungan kepada masyarakat sebagai perpanjangan tangan dari BPJS Kesehatan untuk mengingatkan peserta dalam membayar iuran, mudah-mudahan di tahun depan kader JKN dari Jambi dapat mengisi peringkat pertama kedua dan ketiga di Wilayah Sumbagteng Jambi” ujar Rahman

Hadirnya kader JKN yang menjadi mitra BPJS Kesehatan dalam peningkatan kolektibilitas iuran dirasakan sangat besar pengaruhnya, terbukti dengan pencapaian kolektibilitas iuran peserta khususnya peserta bukan penerima upah mengalami peningkatan signifikan.

”Walaupun tantangan kedepan semakin besar karena jumlah piutang peserta JKN semakin meningkat, karena tahun lalu batas maksimum iuran yang ditagihkan oleh BPJS Kesehatan maksimal sebesar 12 bulan kini meningkat menjadi 24 bulan, saya tetap optimis bahwa saya dapat meyakinkan peserta untuk membayar iuran, setidaknya peserta tersebut memahami bahwa iuran yang dibayarkan oleh mereka adalah bentuk gotong royong mereka dalam membiayai masyarakat yang sakit, begitupun sebaliknya ketika mereka yang mengalami sakit iuran peserta yang sehatlah yang membantu pembiayaan pelayanan kesehatan mereka”tutup Rahman.

Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved