Berita Tanjab Timur

Serangan Ulat Bulu di Nipah Panjang, Tanjab Timur, Tim Terpadu Lakukan Penyemperotan Racun Serangga

Tim terpadu bersama Camat Nipah Panjang melakukan pembasmian ulat bulu yang meresahkan warga, dengan cara menyemprotkan racun serangga (regen)

Serangan Ulat Bulu di Nipah Panjang, Tanjab Timur, Tim Terpadu Lakukan Penyemperotan Racun Serangga
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Tim Terpadu dari Kecamatan Nipah Panjang melakukan upaya mengatasi serangan ulat bulu 

Serangan Hama Ulat Bulu di Nipah Panjang, Tanjab Timur, Tim Terpadu Lakukan Penyemperotan Racun Serangga

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Tim terpadu bersama Camat Nipah Panjang melakukan pembasmian ulat bulu yang meresahkan warga, dengan cara menyemprotkan racun serangga (regen).

Selama Tiga bulan lamanya masyarakat Kecamatan Nipah Panjang tepatnya Kelurahan Nipah Panjang I dan II resah dengan adanya serangan hama ulat bulu di Kecamatannya tersebut.

Dari hasil diskusi dan rapat bersama Pemerintah Daerah yang telah dilakukan sebelumnya, akhirnya pada Sabtu pagi (13/7/2019) Camat Nipah Panjang bersama tim gabungan, Damkar, Polpp, Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan Masyarakat sekitar melakukan pembasmian di lokasi yang menjadi hama ulat bulu tinggal.

Dengan menggunakan alat semprot air milik Dinas Pemadaman Kebakaran Kabupaten, tim gabungan melakukan penyemprotan tidak hanya pada bagian pohon yang menjadi sarang utama hama ulat tersebut saja, melainkan juga pada pohon disekitarnya.

Baca: Ayah dan Anak Ke Mekkah Kendarai Sepeda Motor, Anggota DPRD Merangin Jambi Ini Sudah Lewati 3 Negara

Baca: Suku Anak Dalam Jambi Tewas Jadi Korban Kecelakaan, Ditabrak Truk Tronton Saat Sedang Kendarai Motor

Dikatakan Camat Nipah Panjang Helmi Agustinus, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, terkait keluhan masyarakat selama ini pemerintah dan dipimpin Wakil Bupati M Robby langsung menggelar rapat guna penanganan permasalahan tersebut.

" Dari hasil rapat yang kita lakukan kemarin, akhirnya kita sepakati dalam pembasmian hama tersebut dengan cara penyemprotan racun (regen) ke pohon atau lokasi sekitar yang menjadi hunian ulat bulu tadi," ujarnya Minggu (14/7/2019).

Ada beberapa pertimbangan yang dilakukan sebelum penyemprotan tersebut dilakukan, sebelum nya ada usulan pembasmian dengan cara dibakar.

Namun ada pertimbangan dan alasan pembasmian dengan dibakar dianggap kurang tepat dan akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari.

" Pertimbangannya, lokasi yang menjadi habitat ulat tersebut merupakan kawasan pulau yang sebenarnya menjadi penghadang serangan angin kencang dan penyangga ombak laut agar tidak abrasi. Jika pohon tadi dibakar tentu akan menimbulkan masalah nantinya," jelasnya.

Baca: Trending di Youtube, Kunci Gitar Lagu Speechless Dinyanyikan oleh Naomi Scott Pemeran di Aladdin

Baca: Promo Akhir Pekan! Ada Trans Studio Mall Tabur Diskon, Cek Juga Informa, Alfamart dan Indomaret

Baca: Viral Hari Ini! Siapa Sebenarnya Leanna Leonardo, Hakim Cantik Nan Imut Bak Artis Korea, Ini Fotonya

Penulis: Abdullah Usman
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved