5 Orang Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pemukulan Kades Sengkati Baru

Bentrokan antara anggota koperasi dengan rombongan Muslim cs di Desa Belanti Jaya pada Rabu (10/7) lalu belum menemui titik terang.

5 Orang Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pemukulan Kades Sengkati Baru
IST
Puluhan warga Desa Sengkati Baru, Kecamatan Mersam, Rabu (10/7) sore terlibat keributan dengan pihak perusahaan di kawasan tersebut. 

5 Orang Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pemukulan Kades Sengkati Baru

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Bentrokan antara anggota koperasi dengan rombongan Muslim cs di Desa Belanti Jaya pada Rabu (10/7) lalu belum menemui titik terang.

Bentrok yang berujung tiga korban mengalami luka tersebut saat ini masih ditangani pihak Polres Batanghari.

Menurut informasi yang didapat Tribunjambi.com, tiga orang yang menjadi korban tersebut telah membuat laporan di Polres Batanghari dan saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan.

Nah, tepat pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.50 WIB, lima orang saksi yang dihadirkan untuk dimintai keterangan.

Hal ini seperti apa yang disampaikan oleh Pengacara Lima Koperasi yang bermitra dengan PT Wira Karya Sakti (WKS), Rindar Mandela, Jumat (12/7) sore.

Baca: 2020, Dinkes Muarojambi Targetkan Semua Puskesmas Terakreditasi

Baca: Sampai Pertengahan Juli, PN Muara Bungo Putus 5.041 Perkara Tilang

Baca: Suami Istri Gantian Saling Hisap Bong, Kini Siap-siap ke Hotel Prodeo

Baca: Kambing Bantuan Pemerintah Mati, Zulkarnain: Kambing Itu Kebanyakan Makan Rumput

Ia menyampaikan bahwa lima orang saksi sudah hadir dan dimintai keterangan oleh penyidik selama 4 jam.

"Kelima saksi itu tak lain adalah masyarakat Sengkati Baru, yang bernaung dalam 5 koperasi. Nah, pihak saksi telah memberikan klarifikasi terkait kronologis kejadian tersebut," katanya.

Disinggung apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan pihak koperasi? Rindar Mandela menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mengikuti proses hukum yang ditangani oleh pihak Polres Batanghari.

"Kami berharap pihak kepolisian Polda Jambi, khususnya Polres Batanghari agar segera melakukan penegakan hukum terhadap pelaku penganiayaan secara adil," ujarnya.

Rindar juga berharap kepada TNI dan Polri agar dapat melakukan penertiban terhadap senjata api ilegal yang beredar di Batanghari.

"Senjata api ilegal, senjata rakitan agar ditertibkan," pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Batanghari, AKP Dhadhag Anindito membenarkan bahwa ada pemeriksaan terhadap saksi-saksi atas kasus tersebut.

"Benar, kita sedang memeriksa saksi-saksi untuk kasus ini," ujarnya singkat.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved