Rudy Badil Meninggal Dunia, Sang Pendiri Warkop DKI, Wartawan Kompas dan Teman Soe Hok Gie

Pelawak, pendiri Warkop DKI, wartawan Kompas dan teman Soe Hok Gie, Rudy Badil, meninggal dunia.

Editor: Duanto AS
bimosuper.blogspot.co.id/
Nanu Mulyono (Nanu), Rudy Badil (Rudi), Wahjoe Sardono (Dono), Kasino Hadiwibowo (Kasino) dan Indrodjojo Kusumonegoro (Indro), merupakan personel awal Warkop DKI. 

Pelawak, pendiri Warkop DKI, wartawan Kompas dan teman Soe Hok Gie, Rudy Badil, meninggal dunia.

TRIBUNJAMBI.COM - Warkop DKI dan dunia perfilman Indonesia kembali kehilangan.

Pelawak sekaligus pendiri Warkop DKI, Rudy Badil, meninggal dunia, Kamis (11/7/2019) pukul 07.13 WIB.

Kabar duka itu dituliskan akun instagram videowarkopdki:

"innalilahi wa innalilahi rojiun turut berduka cita atas meninggal nya pakde rudi badil, semoga pakde rudi di tempatkan di tempat yg paling indah disana, aamiin.

karyamu akan selalu kami kenang."

Baca Juga

 Siapa Sebenarnya Rudy Badil? Anggota Warkop DKI, Teman Dekat Soe Hok Gie dan Wartawan Kompas

 Daftar 34 Film Komedi Warkop DKI sejak 1979-1984, Mana Tahaaan s/d Pencet Sana Pencet Sini

 Ingat 10 Wanita Seksi Pendukung Film Warkop DKI, dari Eva Arnaz s/d Sally Marcellina

Jenazah akan disemayamkan di rumah duka RS Dharmais Ruang H, Jakarta Barat.

Pendiri Warkop DKI dan teman Soe Hok Gie

Memang, selain Dono, Kasino dan Indro, ada sosok Nanu Mulyono dan Rudy Badil yang merupakan generasi awal Warkop DKI.

Nama Nanu masih kerap terdengar di dunia hiburan. Namun Rudy Badil surut, karena undur diri dari dunia lawak.

Selepas lulus dari Fakultas Sastra Anthropologi Universitas Indonesia, teman Soe Hok Gie ini memilih jalannya sebagai wartawan dan pecinta alam.

Rudy Badil dikenal sebagai wartawan senior di Harian Kompas, yang telah melanglang buana selama 32 tahun hingga pensiun pada 2006.

Nanu Mulyono (Nanu), Rudy Badil (Rudi), Wahjoe Sardono (Dono), Kasino Hadiwibowo (Kasino) dan Indrodjojo Kusumonegoro (Indro), merupakan personel awal Warkop DKI.
Nanu Mulyono (Nanu), Rudy Badil (Rudi), Wahjoe Sardono (Dono), Kasino Hadiwibowo (Kasino) dan Indrodjojo Kusumonegoro (Indro), merupakan personel awal Warkop DKI. (bimosuper.blogspot.co.id/)

Siapa sebenarnya Rudy Badil?

Sebelum menelusuri jejak Rudy Badil, sebaiknya melihat kilas sejarah terbentuknya Warkop DKI lebih dahulu.

Awalnya, Warkop DKI bernama Warkop Prambors. Grup ini juga kemudian dikenal sebagai Trio DKI yang merupakan grup lawak.

Grup ini dibentuk Nanu (Nanu Mulyono), Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro).

Nanu, Rudy, Dono dan Kasino merupakan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Jakarta. Sedangkan Indro kuliah di Universitas Pancasila, Jakarta.

Di situs wikipedia dituliskan, mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi garapan dari Temmy Lesanpura, Kepala Bagian Programming Radio Prambors.

Rudy Badil (rambut putih)
Rudy Badil (rambut putih) (Twitter/Vinno G Bastian)

Acara lawakan itu hadir setiap Jumat malam antara pukul 20.30-21.15 WIB, disiarkan radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias Menteng Pinggir.

Dalam acara obrolan itu, Rudi Badil sering berperan sebagai Mr James dan Bang Cholil.

Indro yang berasal dari Purbalingga berperan sebagai Mastowi (Tegal), Paijo (Purbalingga), Ubai atau Ansori.

Kasino yang asli Gombong perannya bermacam-macam, bisa Mas Bei (Jawa), Acing/Acong (Tionghoa), Sanwani (Betawi) dan Buyung (Minang).

Nanu yang asli Madiun sering berperan sebagai Poltak (Batak).

Sementara itu Dono berperan sebagai Slamet (Jawa).

Warkop dan demam panggung

Ide awal obrolan Warkop Prambors berawal dari senior di radio Prambors, Temmy Lesanpura.

Saat itu, Radio Prambors meminta Hariman Siregar, mahasiswa senior UI, untuk mengisi acara di Prambors. (Hariman kemudian hari dikenal sebagai tokoh peristiwa Malari 1974).

Hariman pun menunjuk Kasino dan Nanu, sang pelawak di kalangan kampus UI untuk mengisi acara ini. Ide ini pun segera didukung oleh Kasino, Nanu dan Rudy Badil, lalu disusul oleh Dono dan Indro.

Rudy Badil yang semula ikut Warkop saat masih siaran radio, tak berani ikut Warkop dalam melakukan lawakan panggung, karena demam panggung (stage fright).

Begitu juga Dono.

Awalnya saat manggung, Dono harus mojok dulu beberapa menit karena masih malu dan takut. Setelah beberapa menit, barulah Dono mulai ikut berpartisipasi dan mulai kerasan, hingga akhirnya terus menggila hingga akhir durasi lawakan.

Siapa Sebenarnya Angelica Amira? Sosok Mahasiswi Asal Jambi Ditangkap Polres Sleman, Prostitusi

Angelica Tertangkap, Mahasiswi Jambi Jadi Muncikari di Yogyakarta Tidurnya di Indekos Mewah

Fakta lain tentang awal terbentuknya Warkop, tentang Indro.

Indro merupakan anggota termuda. Saat anggota Warkop yang lain sudah menduduki bangku kuliah, dia masih pelajar SMA.

Pesta SMA IX

Warkop pertama kali muncul di pesta perpisahan (sekarang prom nite) SMA IX Jakarta yang diadakan di Hotel Indonesia.

Kala itu semua personel gemetar, alias demam panggung. Dan hasilnya hanya bisa dibilang lumayan saja, tidak terlalu sukses.

Pada peristiwa pada 1976 itulah pertama kali Warkop menerima honor berupa uang transport sebesar Rp 20.000.

Uang itu dirasakan para personel Warkop besar sekali. Namun, akhirnya habis untuk mentraktir makan teman-teman mereka.

Berikutnya, mereka manggung di Tropicana.

Sebelum naik panggung, kembali seluruh personel komat-kamit dan panas dingin, tetapi ternyata hasilnya kembali lumayan.

Warkop DKI
Warkop DKI ()

Baru pada acara Terminal Musikal (asuhan Mus Mualim), grup Warkop Prambors baru benar-benar lahir sebagai bintang baru dalam dunia lawak Indonesia.

Acara Terminal Musikal sendiri tak hanya melahirkan Warkop tetapi juga membantu memperkenalkan grup PSP, yang bertetangga dengan Warkop.

Sejak itulah honor mereka mulai meroket, sekitar Rp 1.000.000 per pertunjukan atau dibagi empat orang, setiap personel mendapat Rp 250.000.

Mereka juga jadi dikenal lewat nama Dono-Kasino-Indro atau DKI (yang merupakan plesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota).

Pengambilan nama DKI karena nama mereka sebelumnya Warkop Prambors memiliki konsekuensi tersendiri.

Selama mereka memakai nama Warkop Prambors, maka mereka harus mengirim royalti kepada Radio Prambors sebagai pemilik nama Prambors. Maka itu kemudian mereka mengganti nama menjadi Warkop DKI, untuk menghentikan praktik upeti itu.

Itulah sosok Rudy Badil personel Warkop yang juga teman Soe Hok Gie.

Selamat jalan Bang Rudy Badil !

 Daftar 208 Rute Penerbangan Citilink dan Lion Air, Harga Tiket Pesawat Turun 50 % Mulai Hari Ini

 Siapa Sebenarnya Rudy Badil? Anggota Warkop DKI, Teman Dekat Soe Hok Gie dan Wartawan Kompas

 Daftar 34 Film Komedi Warkop DKI sejak 1979-1984, Mana Tahaaan s/d Pencet Sana Pencet Sini

Subscribe Youtube

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved