Lebih Separuh Lubuk Larangan di Jambi Ada di Bungo, Segini Jumlahnya

Jumlah lubuk larangan di Provinsi Jambi sebanyak 197 lubuk larangan. Dari jumlah itu, sebanyak 123 lokasi berada di Bungo.

Lebih Separuh Lubuk Larangan di Jambi Ada di Bungo, Segini Jumlahnya

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Hingga saat ini, tercatat ada 123 lubuk larangan di Kabupaten Bungo. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Syaiful Azhar melalui Kabid Perikanan, Quswen Ikmal mengatakan, lubuk larangan itu tersebar di dusun-dusun yang ada di Kabupaten Bungo.

“Alhamdulillah untuk lubuk larangan restorasi dan reservat (pelestarian), Bungo yang terbanyak di Provinsi Jambi. Jumlah lubuk larangan di Provinsi Jambi sebanyak 197 lubuk larangan. Dari jumlah itu, sebanyak 123 lokasi berada di Bungo. Artinya, lebih 50 persen lubuk larangan itu ada di Bungo,” kata Quswen.

Dijelaskan Quswen, lubuk larangan di Kabupaten Bungo ini terbagi dua macam, yaitu lubuk larangan restorasi dan lubuk larangan untuk pelestarian. Lubuk larangan restorasi, dalam waktu jangka tertentu boleh dipanen masyarakat.

Tapi kalau lubuk larangan untuk reservat, masyarakat tidak berhak mengambil atau memanennya. Lubuk larangan reservat dijadikan tempat penyangga ikan, budidaya dan tempat pelestarian hayati lainnya.

Baca: Sopir Truk Dibegal Penumpangnya di Batanghari, Mobil PT. Mexia Dibawa Kabur

Baca: Pemprov Jambi Segera Buka Lelang Jabatan Direktur PT.JII

Baca: Wabub Amir Sakib Keluhkan Masalah Tambang di Tanjab Barat

Baca: Tiang Listrik Patah Diseruduk Truk Batubara, Listrik di Sejinjang Padam

Baca: Disdik Batanghari Wajibkan Siswi SD dan SMP Berhijab

Lokasinya menyebar di beberapa kecamatan, di antaranya di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Jujuhan, Bathin III Ulu, Bathin II Bebeko, dan Kecamatan Tanah Tumbuh.

“Kita dalam hal ini sangat mengapresiasi masyarakat kita, karena fungsi lubuk larangan dan reservat ini adalah kantong-kantong untuk berkembang biaknya jenis ikan lokal,” kata Quswen.

Dijelaskan Quswen, secara ekologi dan kearifan budaya, lubuk larangan mencegah kerusakan lingkungan sungai, juga menjaga alam agar tidak terjadi pencemaran lingkungan. Lubuk larangan bisa mengurangi kerusakan sungai sehingga kerusakan lingkungan dan air serta ekosistem air beserta ikan-ikan yang ada di lubuk larangan juga akan terus terjaga.

"Kami terus mengimbau kepada seluruh masyarakat dusun untuk membentuk lubuk larangan. Karena setiap tahunnya ada bantuan untuk bibit ikan untuk lubuk larangan dari provinsi Jambi," tambahnya.

Untuk itulah, kata Quswen, ada beberapa titik yang belum ada lubuk larangan. "Di Sungai Batang Tebo, dari Dusun Lubuk Niur sampai ke Tanah Sepenggal masih belum. Di sungai Batang Bungo, dari Dusun Mangun Jayo masih belum ada," ujarnya.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved