Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes di Bungo Masih Tahap Penyidikan

Hingga saat ini, kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Puskesmas pada Dinas Kesehatan Bungo masih tahap penyidikan.

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes di Bungo Masih Tahap Penyidikan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Hingga saat ini, kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Puskesmas pada Dinas Kesehatan Bungo masih dalam tahap penyidikan.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bungo, Galuh Bastoro Aji mengatakan, pihak Kejari masih menunggu berkas lengkap sebelum masuk ke tahap selanjutnya.

"Informasi terakhir, sekarang tahapannya sudah P-19. Kita masih menunggu P-21. Kami masih terus berkoordinasi dengan tim penyidik dari Polres Bungo, terkait kasus ini," bebernya, belum lama ini.

Dia mengatakan, tim penyidik telah menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengadaan alkes untuk Puskesmas di Kabupaten Bungo itu. Kedua tersangka itu adalah RJ dan RZ selaku rekanan dalam pengadaan tersebut.

"Tersangkanya yang kemarin, ada dua. Itu RJ sama RZ," ujarnya.

Baca: Ditangkap Tengah Malam, 4 Terdakwa Narkotika Hanya Menganggung-angguk di Persidangan

Baca: Tak Punya Uang untuk Bayar Tuak, Martupa Jual Motor Temannya

Baca: Penyerahan 3 Aset ke Pemkot Jambi Ditunda, Ini Sebab Pemprov Jambi Tak Setujui

Baca: VIDEO: Kebahagiaan Vanessa Angel Pasca Bebas dari Penjara, Senyum Makin Merekah Siap Jemput Rezeki

Sebelumnya Tribunjambi.com memberitakan, tersangka RJ ditahan sejak 15 April 2019 lalu. Namun, tim penyidik belum melakukan penahanan terhadap RZ.

Perlu diinformasikan, penetapan kedua tersangka ini merupakan pengembangan dari perkara Solikin yang telah selesai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi beberapa waktu lalu.

Dari fakta persidangan yang didapati sebelumnya, RJ merupakan rekanan yang membawa nama PT Maga Ghali Alkesindo, sedangkan RZ membawa nama PT Raziyan Anugrah Farma yang merupakan rekanan dalam pengadaan alkes Puskesmas pada 2014 lalu. Perbuatan mereka diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 318.189.934.

Keduanya disangkakan melanggar pasal Pasal 2 atau Pasal 3 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved