Diserang Hama, Puluhan Hektare Padi di Kerinci Terancam Gagal Panen
Puluhan hektare tanaman padi sawah warga Desa Bunga Tanjung dan sekitarnya, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, terancam gagal panen.
Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
Diserang Hama, Puluhan Hektare Padi di Kerinci Terancam Gagal Panen
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Puluhan hektare tanaman padi sawah warga Desa Bunga Tanjung dan sekitarnya, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, terancam gagal panen. Hal itu disebabkan karena terserang hama yang merusak batang padi.
Sejumlah petani pun mengeluh, bahkan tidak yakin sisa yang rusak bakal bisa dipanen dan berhasil dengan baik. Selain segala upaya dilakukan, warga juga berharap bantuan pemerintah daerah.
"Harapan panen kecil, namun tetap diupayakan untuk menjaga sisa hama," ujar salah seorang warga Bunga Tanjung.
Akibat serangan hama itu sambung warga, padi sawah yang telah ditanam pada tahap pertama terancam gagal panen. Ada sebahagian petani berinisiatif menanam ulang agar bisa lepas dari himpitan ekonomi ke depannya.
Baca: 9 Kursi Kepala OPD Kosong, Bupati Merangin Siap Lelang Jabatan
Baca: ESDM Jambi Sebut Reklamasi Tambang Batubara di Jambi Masih Minim
Baca: Klaim Penerima DBH Migas Terbesar, Bupati Safrial Sindir Pemprov Jambi Soal Alokasi APBD
Baca: Bupati Masnah Minta Perusahaan Ikut Perbaiki Jalan Rusak di Muarojambi
Sementara hama yang merusak daun padi yang hijau menjadi kuning hingga layu, sebagian padi mati. Banyak petani merasa gelisah, karena hidup masih ketergantungan dengan hasil panen beberapa bulan ke depannya.
Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Desa Bunga Tanjung, Busmarudin. Dimana, pihaknya bersama PPL dan PHP Kecamatan Sitinjau Laut, telah turun ke lapangan melihat kondisi terkini sawah di Desa Bunga Tanjung yang terserang hama.
"Kita telah turun langsung, melihat kondisi di lapangan. Pada waktu itu, turut didampingi PPL dan PHP Sitinjau Laut," ungkap Kades.
Hasilnya, terdapat lebih kurang 10 hektare tanaman padi di sawah warga yang baru saja ditanam terserang hama. Hal itu menyebabkan, petani di Desa Bunga Tanjung terancam gagal panen.
"Terkait hal ini, kita sudah menghubungi Dinas Pertanian, dan disuruh buat permohonan. Bahkan Dinas Pertanian akan turun ke lapangan," bebernya.
Menurutnya, permohonan yang akan diajukan yakni, permohonan bantuan obat dan ganti bibit bagi yang tanamannya rusak total.
Kabid Pertanian, Khamim dikonfirmasi mengatakan, bahwa dirinya bersama Kepala Dinas telah turun untuk mengecek kondisi padi.
Baca: VIDEO: Sayangi Diri Sendiri dengan Menjauhi Narkoba, Yuk Dengerin Pesan Rahma Amelia
Baca: Ini Alasan Kades Singkawang Belum Mulai Pembangunan Meski Dana Desa Telah Masuk Rekening
Baca: KISAH Ibu Beri Pil KB kepada 2 Anaknya Pasca Diperkosa Ayah Kandungnya: Takut Tidak Ada Menafkahi
Baca: Sinopsis Film 2012, Menceritakan Hari Kiamat di Bumi, Tayang di Bisokop TRANS TV Malam Ini
"Ya, kita sudah turun, setelah kita cek memang positif terserang hama, tapi kita sudah sampai kepada ketua kelompoknya untuk mengusulkan bantuan pestisidanya," jelasnya.
Kata Khamim, bersadarkan laporan dari PPL hama Penggerek Batang atau sejenis ulat yang memakan batang padi.
"Itu sering ditemukan di Kerinci, tapi hama ini mudah dibobati, kalau diseprot pestisida sudah kembali pulih padinya," sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/01122017-petani-panen-padi_20171201_133655.jpg)