Kamis, 28 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ini Isi Wawancara Khusus Gus Miftah, Niat Deddy Corbuzier Masuk Islam

Berikut ini isi wawancara khusus dengan Gus Miftah, terkait Deddy Corbuzier yang berencana menjadi mualaf.

Tayang:
Editor: Duanto AS
Screenshot Youtube Channel Deddy Corbuzier
Gus Miftah dan Deddy Corbuzier 

Gus Miftah kelahiran Lampung 5 Agustus 1981 ini sering mengenakan blangkon, rambut gondrong, dan kadang berkacamata hitam.

Menggunakan Bahasa Jawa campur Indonesia, melawak untuk selingan ceramahnya. Kadang shalawatan dan puji-pujian berbahasa Jawa penuh makna.

Biasa berdakwah di kelap malam, tempat lokalisasi dan salon plus-plus. Dulu yang sering mendapat pertentangan kini justru berebut dan antre untuk bisa mendatangkan Gus Miftah.

Dia pun terbuka dan menerima pekerja hiburan untuk ngaji bahkan mondok di pesantren Ora Aji di Sleman Yogyakarta.

Berikut wawancara eksklusif dengan Gus Miftah:

Mengapa Gus Miftah suka berdakwah di dunia malam ketimbang di masjid?

Karena tidak ada yang mau masuk. Padahal mereka sebenarnya butuh ngaji.

Maka saya memberikan kesempatan dan peluang supaya mereka bisa merasakan sama dengan yang kita rasakan.

Terutama kaitannya dengan persoalan rohani.

Kesempatan mereka untuk ngaji terbatas. Maka saya jemput bola ke sana.

Bagaimana Anda bisa masuk ke diskotek maupun lokalisasi?

Tentu saya butuh pendekatan dan lobi. Saya menggunakan bahasa yang mudah dipahami mereka.

Kalau masuk ke kalangan elit ya pakai bahasa elite, masuk kalangan marjinal ya pakai bahasa kaum marjinal.

Setiap manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Saya selalu menggunakan konsep dakwah yang bisa masuk ke akal mereka.

Apakah pernah mendapat penolakan, Gus?

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved