Gagal Nyaleg, Anggota DPRD Kota Jambi Jadi Malas Ngantor

Tak terpilih saat kembali sebagai nyalon anggota dewan ditengarai menjadi alasan banyak anggota DPRD Kota Jambi malas ngantor.

Gagal Nyaleg, Anggota DPRD Kota Jambi Jadi Malas Ngantor
Tribunjambi/Rohmayana
Beberapakali digelar rapat paripurna, jumlah kehadiran anggota DPRD Kota Jambi tak sampai separuh. 

Gagal Nyaleg, Anggota DPRD Kota Jambi Jadi Malas Ngantor

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Tak terpilih saat kembali sebagai nyalon anggota dewan ditengarai menjadi alasan banyak anggota DPRD Kota Jambi malas ngantor. Dalam rapat paripurna beberapa kali terakhir, jumlah anggota dewan yang hadir tak sampai separuh.

Terlihat saat rapat paripurna dengan agenda jawaban eksekutif terkait pandangan umum fraksi terhadap penyampaian nota keuangan ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kota Jambi tahun 2018 pada Kamis (20/6), dari 45 anggota DPRD Kota Jambi, hanya 20 orang yang hadir.

Hal ini diakui Wakil Ketua DPRD Kota Jambi M Fauzi. Ia mengatakan dalam absen kehadiran paripurna ada juga anggota yang izin karena keluarganya sakit. Namun pada beberapa kali paripurna yang digelar sebelumnya, angka kehadiran juga sangat sedikit.

“Ini karena transisi. Mungkin ada yang tidak terpilih jadi anggota DPRD lagi, jadi agak kendor,” kata M. Fauzi, usai paripurna, Kamis (20/6).

Baca: Atasi Banjir di Kota Jambi, Pemkot Siapkan Rp 1,1 Miliar untuk Normalisasi 4 Sungai

Baca: Amir Sakib Akan Tindaklanjuti Arahan KPK dan Gubernur Jambi

Baca: Pemkab Batanghari Butuh 2.000 PNS, Guru dan Tenaga Medis Jadi Prioritas CPNS 2019

Baca: Begini Penjelasan Disdik Bungo Soal Sistem Zonasi, Orang Tua Perlu Tahu

Lebih lanjut M. Fauzi menyebutkan, harusnya ketua fraksi yang menekankan pada anggota fraksi supaya disiplin.

“Fraksi harus tekankan, anggota fraksi hadir. Kalau paripurna sebenarnya yang penting kuorum,” imbuhnya.

Sementara Junedi Singarimbun, ketua fraksi PDIP di DPRD Kota Jambi mengatakan, dirinya sebagai ketua fraksi tetap menyarankan anggotanya untuk selalu hadir pada paripurna.

“Terlepas bagi mereka (anggota dewan) yang kembali terpilih atau tidak terpilih. Paripurna itu harus hadir, karena di situ memutuskan untuk kepentingan masyarakat,” kata Junedi.

Junedi menyebutkan, jabatan anggota DPRD Kota Jambi periode 2014-2019 baru berakhir pada 23 Agustus 2019 mendatang. Sebelum 23 Agustus, semua anggota DPRD wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

“Sekarangkan masih menjabat hingga 23 Agustus mendatang. Apa yang menjadi tugas kewajiban kita harus diselesaikan hingga 23 Agustus 2019,” imbuhnya.

Sebagai anggota DPRD sebut Junedi, dirinya juga merasakan penurunan kehadiran anggota DPRD yang lain.

“Saya merasakan jugo penurunan kehadiran, tidak hanya paripurna, hadir ngantor setiap hari juga sudah ada penurunan,” katanya.

Harusnya kata Junedi, setiap ketua fraksi bisa menyarankan kepada setiap anggotanya untuk hadir ngantor dan mengikuti sidang paripurna. “Ketua fraksi harus menyarankan,” pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved