Kisah Militer

Tak Hanya Kopassus, Ini 5 Pasukan Khusus TNI yang Punya Kemampuan Tempur di Atas Rata-rata

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mempunyai sejumlah pasukan khusus yang memiliki kemampuan bertempur di atas rata-rata

Tak Hanya Kopassus, Ini 5 Pasukan Khusus TNI yang Punya Kemampuan Tempur di Atas Rata-rata
TRIBUNNEWS
Paskhas TNI AU 

Perekrutan dari personel Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang dilatih beberapa aspek laut.

Karena perkembangan pasukannya begitu mumpuni, pada 12 November 1984 terbentuk nama Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Detasemen ini menjadi satuan antiteror di bawah komando pelaksana Korps Marinir untuk melaksanakan operasi antisabotase, antiteror aspek laut, Anti-bajak pesawat udara, perang kota/hutan/pantai/laut dan intelijen.

Denjaka memiliki moto "Satya Wira Dharma".

Pasukan ini menggunakan Seragam warna hitam dan memakai baret ungu.

4. Paskhas

Pasukan Paskhas TNI AU
Pasukan Paskhas TNI AU ()

Korps Pasukan Khas merupakan satuan khusus pada TNI Angkatan Udara.

Paskhas TNI-AU merupakan pasukan tempur yang bersifat infantri dengan format organisasi tempur yang khas bagi kebutuhan matra udara.

Memiliki moto "Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana" yang berarti bekerja tanpa menghitung untung dan rugi.

Satuan ini berdiri atas usulan dari Gubernur Kalimantan Pangeran Ir Mohamad Noor yang mengajukan permintaan kepada AURI agar mengirimkan pasukan payung ke Kalimantan untuk berbagai tugas pada 1947.

Maka pada 17 Oktober 1947, 13 orang dipersiapkan untuk terjun di Kotawaringin.

Mereka semuanya belum pernah mendapat pendidikan secara sempurna tentang terjun ini, kecuali teori dan latihan darat saja.

Baca: Lowongan Kerja BUMN Bank BRI Butuh Karyawan dari Berbagai Jurusan, Catat Syarat dan Ketentuannya

Baca: Spesifikasi Kawasaki KLX 230, Hanya Dijual Seharga Rp 42 Jutaan, Khusus Off Road

Tanggal penerjunan ini kemudian dijadikan sebagai hari jadi Paskhas TNI-AU.

Keputusan ini dibuat berdasarkan Keputusan Men/Pangau No.54 Tahun 1967 tanggal 12 Oktober 1967.

Operasi Kotawaringin ini menjadi catatan sejarah sebagai operasi pertama pasukan payung di Indonesia.

Selanjutnya, pada tahun 1952 dibentuk Pasukan Gerak Tjepat (PGT) sebagai pasukan yang berkualifikasi para (terjun payung militer) dengan personil yang berasal terutama dari PPP.

PGT berhasil meraih nama besar tersendiri dengan prestasi-prestasi penugasan tempurnya.

Dalam tugasnya, Paskhas telah berhasil melakukan Penumpasan RMS, DI/TII dan PRRI/PERMESTA, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, Operasi Seroja, Operasi Trisula dan Penumpasan PGRS/Paraku dan masih banyak lainnya.

5. Tontaipur

Ilustrasi Tontaipur Kostrad
Ilustrasi Tontaipur Kostrad (voxntt)

Satuan Peleton Intai Tempur termasuk dalam Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad).

Tontaipur dibentuk dengan tujuan untuk penumpasan tertentu dengan kualitas dan pasukan yang relatif kecil.

Hal itu merupakan tujuan dari dibentuknya pasukan ini untuk bergerak, cepat dan senyap.

Tontaipur memiliki kemampuan tiga matra yang anggotanya direkrut dari Kostrad.

Baca: Polwan Berpangkat Kompol yang Beri Servis Dortin Felix akan Segera Diadili, Ini Kelakuannya

Baca: Siapa Sebenarnya Paulus Panjaitan? Karir Militer Anak Luhut Panjaitan, Dibandingkan dengan AHY

Baca: Video Mengerikan Turbulensi 20 Menit, Badan Pramugari Terlempar Membentur Langit-langit Pesawat

Baca: Tak Ada Lagi Konten, Ria Ricis Pamit dari YouTube, Tulis Pesan di Instagram, Tidak Ada Vlog Lagi

Berawal dari sebuah keinginan membentuk pasukan yang lebih kecil dengan lebih efektif dalam hal penanganan, Letnan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu membuat pasukan ini.

Tontaipur mampu melaksanakan operasi di rawa, laut, hutan gunung dan bahkan perkotaan.

6. Yontaifib

Aksi Prajurit Yontaifib Lumpuhkan Teroris
Aksi Prajurit Yontaifib Lumpuhkan Teroris (IST/Dinas Penerangan Korps Marinir)
Bataliyon ini merupakan satuan (khusus) dalam Korps Marinir TNI AL.

Terbentuknya satuan Bataliyon Intai Amfibi diawali oleh perlunya data-data intelijen yang lengkap.

Pada 13 Maret 1961 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Komandan KKO AL No.47/KP/KKO/1961 tanggal 13 Maret 1961, tentang pembentukan KIPAM (Komando Intai Para Amfibi).

Tugas Yontaifib adalah untuk membina dan menyediakan kekuatan amfibi maupun darat serta tugas operasi khusus dalam pelaksanaan operasi amfibi dan satuan tugas TNI AL.

Memiliki semboyan "Maya Netra Yamadipati" yang bermakna bergerak dengan cepat, rahasia dan mematikan dalam setiap pertempuran.

Yontaifib memakai baret ungu khas Marinir.

Namun, yang membedakan dengan Marinir pada umumnya adalah penggunaan Brevet "Tri Media" di samping Pataka Korps Marinir.

Berawal dari Taifib, nantinya akan dipilih dan diseleksi beberapa orang yang akan masuk ke dalam Denjaka bersama prajurit Kopaska.

Itulah 6 pasukan khusus TNI yang mempunyai kemampuan tempur di atas rata-rata. Bangga ya Guys punya TNI yang menjaga kedaulatan NKRI.

(Intisari/Aswab Nanda Pratama)

Editor: bandot
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved