Tiga Tahun Lalu Paidi hanya Pemulung di Madiun, karena Tanam Porang Kini Omzet Miliaran Rupiah

Pemulung di Madiun bernama Paidi cerdas melihat peluang. Setelah menanam porang, tiga tahun kemudian dia memiliki omzet miliaran rupiah.

Editor: Duanto AS
(Muhlis Al Alawi/kompas.com)
Ribuan irisan porang dijemur, Rabu ( 3 / 5 / 2017) sore. 

Sementara itu, Kepala Desa Kepel Sungkono menyatakan, banyak warganya ikut menanam porang karena terinspirasi dengan kisah sukses Paidi.

Dua tahun terakhir, hampir 85 persen warga di Desa Kepel menanam porang.

Warga tertarik menanam porang karena harganya yang terus naik dan penanamannya yang lebih mudah.

Sebelumnya, warga setempat banyak mengandalkan bertani cengkeh dan durian.

Namun, nilai hasil panen tidak sebesar jika dibandingkan dengan porang.

“Tahun lalu penjualan porang di desa kami tembus hingga Rp 4 miliaran. Warga yang memiliki lahan seluas satu hektar bisa meraih untung hingga Rp 110 juta,” kata Sungkono.

Sungkono mengatakan, dengan revolusi pola tanam baru, umbi porang yang dihasilkan jauh lebih banyak dibandingkan dengan penanaman di bawah tegakan.

Perbandingannya mencapai enam kali lipat dibandingkan dengan pola tanam konvensional.

“Dengan menanam porang, warga cukup nandur sepisan, panen selawase (tanam sekali, panen selamanya),” ujar Sungkono.
Untuk membantu petani mengembangkan porang, Desa Kepel memiliki badan usaha milik desa (bumdes) yang akan mengurusi porang mulai pembibitan biar bisa jual sendiri.

Tak hanya itu, bumdes juga siap memberikan pinjaman modal kepada petani yang ingin mengembangkan porang.

Ribuan irisan porang dijemur di halaman rumahn Hartoyo, Rabu ( 3 / 5 / 2017) sore. (Muhlis Al Alawi/kompas.com)
Ribuan irisan porang dijemur, Rabu ( 3 / 5 / 2017) sore. (Muhlis Al Alawi/kompas.com) ()

"Kalau petani jual sendiri, harganya bisa dimainkan tengkulak," kata Sungkono.

Untuk pengembangan porang, Bupati Madiun Ahmad Dawami yang biasa akrab disapa Kaji Mbing mengharapkan semua petani mengembangkan porang menyusul adanya investasi besar pabrik porang di Madiun.

Dengan demikian, semua petani bisa menanam porang dan bekerja sama pabrik olahan.

"Dan tidak akan terjadi petani menanam, pabrik akan membeli dengan harga yang murah," ujar Kaji Mbing.

Ia menambahkan, budidaya tanaman porang juga dikembangkan di kecamatan lain sesuai dengan potensi geografisnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Madiun Joko Lelono menyatakan, kesuksesan warga Desa Kepel mengembangkan porang menjadikan desa itu masuk empat besar dalam lomba desa se-Jawa Timur tahun ini.

Desa Kepel mampu menyisihkan 7.724 desa di seluruh Jawa Timur. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Paidi, Mantan Pemulung Beromzet Miliaran Setelah Sukses Tanam Porang"

Subscribe Youtube

 Cara Nekat Polwan Cantik Menyamar di Sindikat Perdagangan Wanita, Tak Sangka Ketemu Sosok Terkenal

 Pertempuran 1958, Pasukan RPKAD Lawan Teman Sendiri yang Membelot hingga Habis-habisan

 Gigi Bripka Made Agus Copot, Dikeroyok Dua Anggota Ormas saat Rayakan Ulang Tahun

 Tinggi Badan Sophie Turner yang Sebenarnya, Ini Penyebab Sansa Stark Terlihat Tinggi di Film

 Kisah Pacaran Pramugari Garuda Indonesia dan Anggota Kopassus, Pacar Hartini Akhirnya Jenderal TNI

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved