Puluhan Ribu Rumah Belum Memiliki WC, Pembuangan Masih di Jamban Helikopter pinggir Sungai

Belum semua rumah tangga di Sidoarjo memiliki jamban atau tempat pembuangan air besar yang memadai. Khususnya, warga kurang mampu

Puluhan Ribu Rumah Belum Memiliki WC, Pembuangan Masih di Jamban Helikopter pinggir Sungai
TRIBUN JAMBI/RIDA EFRIANI
Ilustrasi Jamban 

Dari hasil penelitian di beberapa sumur warga, jumlah bakteri coliform mencapai 2400 MPN/100 ml. Angka tersebut disebut 50 kali lipat dari ambang batas 50 MPN/100 ml.

Baca: Rocky Gerung Menertawakan Ali Ngabalin saat Disebut Jadi Sosok yang Menyenangi Partai-Partai Kubu 02

Baca: Kasus Siswa Diusir Saat Ujian, Dinas PPPA Jambi Akan Temui Dinas Pendidikan

"Pencemaran sungai itu disebabkan migrasi bakteri yang berasal dari septic tank. Lantaran jarak tampungan kotoran itu berdekatan dengan sumur. Kurang dari 10 meter," urainya.

Terkait persoalan ini, pihaknya juga mengaku menyiapkan beberapa solusi guna mengurangi pencemaran. Termasuk mewajibkan pengembangan perumahan membangun tempat air limbah domestik.

Yakni penampungan yang bentuknya terpusat atau semacam septiktanc bersama. Satu perumahan satu. "Program itu sudah disosialisasikan. Namun, khusus bagi pengembangan perumahan baru. Syarat itu harus terpenuhi," lanjut Sulaksono.

Di Sidoarjo ada empat pemukiman yang sudah menjalankan program tersebut. Sebagai pilot project. Yaitu di desa Krian, desa Tambak Kemerakan, Desa Tambak Sawah, serta Desa Kemangsen.

Cara kedua, pemkab membuat layanan penyedotan lumpur tinja. Berbeda dengan daerah lain, untuk mendapatkan layanan, warga cukup mengakses lewat aplikasi Android.

Baca: Raffi Ahmad Ketemu Gisel & Wijin di Australia, Mendadak Singgung saat Masih Jadi Istri Gading Marten

Dalam program ini pemkab menyediakan layanan aplikasi penyedotan online. Yaitu e-sedot tinja periodik yang programnya diberi nama Lestari.

Pemkab Sidoarjo bersama USAID Indonesia meluncurkan program penyedotan lumpur tinja untuk masyarakat Sidoarjo sekaligus Sosialisasi PERDA Nomor 5 Tahun 2018 terkait Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Retribusi Pengolahan Limbah Cair bertempat di FAVE Hotel Sidoarjo, Selasa (18/6/2019).

"Sidoarjo patut berbangga karena menjadi kabupaten pertama yang menjadi pelopor dalam pengelolaan Air Limbah Domestik Komunal secara nasional," kata Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Pihaknya berharap, layanan baru itu benar-benar efektif untuk meningkatkan layanan dan dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat.

Baca: Raffi Ahmad Ketemu Gisel & Wijin di Australia, Mendadak Singgung saat Masih Jadi Istri Gading Marten

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul 28.081 Rumah di Sidoarjo Belum Punya Jamban. Buang Hajat di 'Jamban Helikopter', https://surabaya.tribunnews.com/2019/06/18/28081-rumah-di-sidoarjo-belum-punya-jamban-buang-hajat-di-jamban-helikopter?page=all.
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved