NASIB Pria Kaya Penyumbang Emas Monas Berakhir Tragis di Tangan Soeharto, Dituduh PKI Harta Disita
TRIBUNJAMBI.COM -- Dalam sejarah dicatat bahwa, tumbangnya pemerintahan Soekarno di penghujung 1965
TRIBUNJAMBI.COM -- Dalam sejarah dicatat bahwa, tumbangnya pemerintahan Soekarno di penghujung 1965 menyisakan berbagai cerita tragis.
Pelan namun pasti, kekuasaan sah Soekarno dan orang-orang terdekatnya 'dipreteli' oleh Soeharto, yang kemudian berakhir dipenjara maupun 'dihilangkan' secara paksa.
Satu di antaranya adalah sosok pria asal Aceh yang bernama Teuku Markam. Sosok pria kaya raya dari bumi Serambi Mekkah, yang nasibnya berakhir nestapa.
Ini adalah cerita tentang Teuku Markam, salah satu orang terkaya di Indonesia yang di akhirnya hayatnya bernasib tragis.
Baca: Empat Tahanan Rutan Sungai Penuh Kabur, Jebol Dinding Dapur Saat Salat Zuhur
Pernahkah Anda bertanya-tanya, siapa sosok yang menyumbang emas Monumen Nasional yang ada di Jakarta itu?
Dari 38 kg berat emas monas, 28 kg-nya ternyata disumbang oleh putra Aceh bernama Teuku Markam itu.
Bisa dibilang, Markam punya jasa besar terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia.
Dari beberapa sumber disebutkan, Markam merupakan seorang pengusaha kaya Aceh pada zaman pemerintahan Presiden RI Soekarno.
Baca: Gara-gara Anak Ini Habiskan Kue Naster Satu Toples Sendirian, Orang Tua yang Cuek, Akhirnya Begini
Laki-laki kelahiran Panton Labu, Aceh Utara tahun 1925 ini memang tak lulus Sekolah Rakyat (SR).
Dia hanya "kuat" hingga kelas 4 SR.
Sejak kecil, Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu.
Saat berusia 9 tahun, ayah Markam meninggal dunia, sementara ibunya telah lebih dulu meninggal.
Markam kemudian diasuh oleh kakaknya, Cut Nyak Putroe.
Dalam perjalanan hidup, Teuku Markam terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat yang didanai oleh Bank Dunia.
Baca: Unik, Wali Kota Jambi Sidak Kehadiran ASN Pemkot dari Ruang Kendali JCOC
Markam memang seorang mantan tentara, tapi perjuangannya sama sekali jauh dari area itu.