KISAH Algojo Pemenggal Kepala, Al-Beshi Bangga Melakukan Pekerjaan Tuhan: Satu Pedang Rp 75 Juta

TRIBUNJAMBI.COM - Kisah algojo sebagai eksekutor pemenggal kepada menarik untuk disimak. Sang algojo akan

Editor: ridwan
Kompas.com/ Iwan B
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Kisah algojo sebagai eksekutor pemenggal kepada menarik untuk disimak. Sang algojo akan membagikan pengalaman seru, mengerikan dan sadisnya ketika harus segera melaksanakan tugasnya sebagai eksekutor.

Gaji yang layak, jam kerja yang fleksibel, dan paket tunjangan terbaik. Itulah yang diterima oleh seorang eksekutor negara di Arab Saudi.

Seorang pria bernama Muhammad Saad Al-Beshi, seorang algojo bagikan kisahnya kepada The Guardian pada 2003 silam.

Baca: Ekspansi Lagi, Bank BCA Bakal Akuisisi Satu Bank Lagi

Baca: Bahan Makanan Masih Jadi Penyumbang Utama Inflasi, Mei 2019, Kota Jambi Alami Inflasi 0,38 Persen

Kisahnya berawal pada tahun 1998, ketika itu Al-Beshi mendapatkan pekerjaan pertamanya di Jeddah.

"Penjahat itu diikat dan ditutup matanya. Dengan satu pukulan pedang aku memutuskan kepalanya," begitulah Al-Beshi menceritakan pengalaman pertamanya.

"Tentu saja aku gugup, memang ada banyak orang yang menonton tetapi sekarang demam panggung hanyalah sesuatu dari masa lalu," sambungnya.

Baca: Karena Supersemar, Soekarno Merasa Sedih Dikibuli Soeharto hingga Rasakan Diusir dari Istana

Dia mengatakan bahwa dia tenang di tempat kerjanya, dan melakukan pekerjaan Tuhan.

"Aku tidak tahu mengapa mereka datang dan menonton, jika mereka tidak memiliki keinginan untuk itu, apa mereka pikir orang takut padanya?" kata Al-Beshi.

"Di negara ini kita memiliki masyarakat, yang mengerti hukum Tuhan," tambahnya.

Baca: Cukup ke Bee Bee Mart Jambi, Semua Kebutuhan Bayi dan Ibu Melahirkan Tersedia Lengkap

"Tidak ada yang takut padaku, aku punya banyak kerabat dan banyak teman di masjid, dan aku menjalani kehidupan yang normal sama seperti orang lain," imbuhnya.

Sebelum eksekusi, tidak kurang dari itu bahkan ia akan mengunjungi keluarga korban, penjahat untuk mendapatkan ampunan bagi pria yang akan dieksekusi.

"Aku selalu memiliki harapan, sampai menit terakhir dan aku berdoa pada Tuhan untuk memberikan penjahat kehidupan baru, aku selalu menjaga harapan itu tetap hidup," jelas Al-Beshi.

Baca: Nasib 3 Jenderal TNI yang Dulu Permalukan Soeharto, Tragis Ada yang Jadi Korban Pembunuhan Keji

Al-Beshi tidak mengungkapkan berapa banyak dia dibayar untuk melakukan eksekusi, karena ini adalah perjanjian rahasia dirinya dengan pemerintah.

Namun, baginya dia menegaskan bahwa bayaran tidaklah penting. Paling penting adalah pekerjaannya di mana dia bangga melakukan pekerjaan Tuhan.

"Saya sangat bangga melakukan pekerjaan Tuhan," tutur Al-Beshi.

Baca: Sy Fasha Tidak Ambisi Rebut DPD I Golkar, Ini Pengakuan Fasha yang Juga Walikota Jambi

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved