Semarak Idul Fitri

Menikmati Liburan di Pantai Musiman di Kuala Jambi, Tanjung Jabung Timur, dengan Waktu Terbatas

Menikmati Liburan di Pantai Musiman di Kuala Jambi, Tanjung Jabung Timur, dengan Waktu Terbatas

Menikmati Liburan di Pantai Musiman di Kuala Jambi, Tanjung Jabung Timur, dengan Waktu Terbatas
Tribunjambi/Abdullah Usman
Menikmati Liburan di Pantai Musiman di Kuala Jambi, Tanjung Jabung Timur, dengan Waktu Terbatas 

Menikmati Liburan di Pantai Musiman di Kuala Jambi, Tanjung Jabung Timur, dengan Waktu Terbatas

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Suasana libur Idul Fitri 1440 H masih terasa di Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) di hari kelima lebaran. Masyarakat di sana tampak menghabiskan waktu bersama keluarga dan sanak famili di tempat wisata musiman yang ada di Kuala Jambi.

Pantai musiman atau yang sering disebut masyarakat dengan nama Beting, berada di tengah permukaan air laut yang mengering. Dengan hamparan pasir bercampur lumpur. Beting yang menjadi objek wisata musiman bagi kalangan masyarakat tersebut, hanya dapat dinikmati pada momen-momen tertentu saja. Terutama saat permukaan air laut dalam keadaan surut.

Baca: Bupati Haris Kroscek Absensi Elektrik, ASN Nambah Libur, Siap-siap Dikenakan Sanksi Berlapis

Baca: POTONGAN Tangan dan Kepala Masih Dicari, 10 Saksi Diperiksa: Geger Temuan Mayat Mutilasi

Baca: INALLILAHI Wainailahi Rojiun Ayah Dewi Perssik Meninggal Dunia, Jenazah Dibawa ke Jember

"Kondisi surut seperti ini tidak bertahan lama, paling kencang 2 hingga 3 jam saja itu sudah paling lama,” sebut Idris, warga setempat kepada tribunjambi.com.

Menurutnya, keadaan air surut tersebut sering terjadi, namun terkadang waktunya saja yang berbeda beda. Dan, saat ini air surut terjadi di siang hari. Oleh masyarakat, dijadikan lokasi wisata musiman untuk bersantai dan bermain di atas beting (pantai musiman).

Pengunjung yang ingin merasakan bermain di atas pantai musiman ini kata Idris, harus mengetahui jadwal air pasang surut. Dimana saat ini kondisi air mulai surut terjadi sejak pagi namun Beting baru dapat terlihat sekira pukul 12.00 - 14.30 WIB.

Baca: KETIKA Diminta Nasihat Siapa yang Pantas Jadi Presiden, di Luar Dugaan Pak Harto Sebut Sosok Ini

Baca: 10 Tempat Wisata di Banyuwangi, Pantai Indah Mirip Raja Ampat hingga Kawah Ijen yang Eksotik

Baca: Perang Dagang Memanas Usai Huawei Masuk Daftar Hitam, Ini Langkah yang Diambil China terhadap AS

"Namun tidak bisa dipastikan, terkadang air pasang lebih cepat dari biasanya," jelasnya.

Awal mula terjadinya beting tersebut, dimana saat itu kapal ponton kesulitan untuk dapat melintas karena dangkalnya dasar sungai. Sehingga dilakukan pengerukan. Dari hasil pengerukan tersebutlah timbulnya beting atau pantai tadi.

Susanto (29) satu dari pengunjung di Beting mengatakan, momen seperti ini hampir setiap lebaran selalu menjadi sasaran objek wisata lokal. Selain terbilang murah meriah juga menjadi sarana rekreasi yang simpel.

"Cukup membayar ongkos pompong Rp 10.000 PP, kita sudah dapat menikmati mandi, bermain pasir seperti pantai pada umumnya," jelasnya.

Ia berharap, ke depan pemerintah dapat memberikan fasilitas pendukung, mengingat objek wisata beting masih menjadi andalan masyarakat terutama saat liburan Idul Fitri seperti saat ini.

Menikmati Liburan di Pantai Musiman di Kuala Jambi, Tanjung Jabung Timur, dengan Waktu Terbatas (Abdullah Usman/Tribun Jambi)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved