Sejarah Indonesia

Soeharto Dikhianati Para Pejabat, Kenapa Tak Gunakan Kekuatannya? Jawabannya Bikin 2 Jenderal Kaget

Berbarengan dengan demonstrasi gerakan mahasiswa menuntut Soeharto lengser, keadaan Jakarta mencekam.

Editor: bandot
Soeharto 

Soeharto Dikhianati Para Pejabat, Kenapa Tak Gunakan Kekuatannya? Jawabannya Bikin 2 Jenderal Kaget

TRIBUNJAMBI.COM - Berbarengan dengan demonstrasi gerakan mahasiswa menuntut Soeharto lengser, keadaan Jakarta mencekam.

Ribuan orang berkumpul di Gedung DPR RI di Senayan menuntut Soeharto untuk mundur dari jabatan Presiden yang telah diembannya selama 32 tahun.

Demonstrasi mahasiswa tersebut juga bersamaan dengan kerusuhan yang terjadi di Jakarta.

Aksi penjarahan, pembakaran terjadi di berbagai tempat di Jakarta.

Soeharto akhirnya memutuskan untuk lengser keprabon pada 23 Mei 1998.

Detik-detik sebelum pengunduran dirinya, Soeharto benar-benar sendiri waktu itu.

Para pejabat, orang - orang yang dulu dipercaya muali menjauhinya.

Mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno mengakui reformasi merupakan tuntutan jaman.

Mantan wakil Presiden RI Try Sutrisno.
Mantan wakil Presiden RI Try Sutrisno. (Tribunnews.com/Amriyono Prakoso)

Bahkan, Presiden ke-2 RI Soeharto juga menyadari hal tersebut.

Saat Presiden Soeharto lengser, Try Sutrisno sudah tidak menjabat Wakil Presiden.

Sebelum Soeharto lengser, Try Sutrisno mengatakan penguasa Orde Baru itu sempat menawarkan ke sejumlah pihak untuk membentuk tim yang akan mengatur jalannya reformasi.

Baca: Jenderal TNI Ini Baku Hantam & Berhasil Todongkan Pistol ke Pengawal PM Israel saat Kawal Soeharto

Baca: Mertua SBY Disingkirkan Soeharto, Sarwo Edhie: Apa Salahku Sampai Aku Harus dihentikan Begini Rupa

Baca: Video Detik - detik Prabowo Subianto Diteriaki Presiden Saat Ziarah ke Makam Soeharto dan Ibu Tien

Namun tawaran presiden saat itu ditolak mentah-mentah.

"Saya tidak mau diajak bapak (mengawal) reformasi, saya mau pak Harto turun. Saya tidak mau menyebut namanya," ujar Try Sutrisno mengurangi pernyataan sang reformis, pada kuliah umumnya, di Para Syndicate, Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017).

Posisi Soeharto saat itu terdesak.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved