Kenapa Banyak Peluru Tajam Bercecer di Dekat Mobil Polisi saat Kerusuhan 22 Mei? Ini Pengakuan Polri
Kepolisian Republik Indoneseia (Polri) memberikan pengakuan soal peluru tajam yang berceceran di dekat mobil polisi saat kerusuhan aksi 22 Mei.
Kenapa Banyak Peluru Tajam Bercecer di Dekat Mobil Polisi saat Kerusuhan 22 Mei? Ini Pengakuan Polri
TRIBUNJAMBI.COM - Penemuan peluru berceceran di dekat mobil polisi saat kerusuhan 22 Mei kini masih menjadi pembahasan.
Masyarakat masih menunggu jawaban dari pihak kepolisian apakah peluru tersebut milik pihak kepolisian saat kerusuhan 22 Mei kemarin.
Kepolisian Republik Indoneseia (Polri) memberikan pengakuan soal peluru tajam yang berceceran di dekat mobil polisi saat kerusuhan aksi 22 Mei.
Hal itu dikemukakan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Muhammad Iqbal dalam acara Mata Najwa di Trans7, Rabu (29/5/2019).
Awalnya, pembawa acara Mata Najwa, Najwa Shihab menampilkan cuplikan video yang memperlihatkan peluru yang berceceran di dekat mobil brimob.
"Apa penjelasan ini Pak Iqbal, ini peluru-peluru dari mana karena ini ditemukannya di dekat mobil polisi," ujar Najwa.
Menanggapi itu, Iqbal menjelaskan bahwa tebaran peluru itu ada saat terjadi aksi kerusuhan oleh massa.
Iqbal lantas memberikan pengakuan soal peluru yang ada di dekat mobil aparat tersebut.
"Massa perusuh menyerang dua bus brimob dan beberapa mobil kecil Danyon (komandan batalion) diserang, dibakar, dan dijarah," jelas Iqbal.
"Nah mobil tadi itu milik kendaraan dinasnya komandan batalion."
"Ini benar kami akui bahwa itu peluru tajam."
"Tapi peluru tajam itu disimpan untuk sewaktu-waktu akan digunakan oleh tim anarkis," sambungnya.
Lebih lanjut, Iqbal menyatakan bahwa peluru tajam itu disiapkan oleh aparat hanya untuk berjaga-jaga jika ada aksi anarkis.
Ia menegaskan bahwa peluru tajam disediakan sudah sesuai dengan program tahunan (prota) yang juga merupakan turunan dari undang-undang.