Breaking News:

Pakai Jargon 'Yang Penting Duit', PSK 50 Tahun Layani Pelajar Tarifnya Rp 50 Ribu Sekali Kencan

Seorang pekerja seks komersial berusia 50 tahun nekat menjadikan pelajar sebagai pelanggannya demi jargon 'yang penting duit'.

Net
Ilustasi Mesum 

Dia berharap ada efek jera kepada para pelaku PSK tersebut.

Kisah PSK Jalanan di Jakarta

Pada akhir 2018 lalu, sejumlah pekerja seks komersial (PSK) jalanan berhasil diamankan petugas kepolisian di Jakarta.

Berbagai kisah disampaikan para PSK jalanan di Jakarta tersebut, ketika mereka dimintai keterangan seusai penangkapan itu.

Pada Senin (22/10/2018) malam, polisi mengamankan lima orang PSK jalanan di Jakarta saat sedang menunggu pelanggan.

Saat itu, mereka sedang berada di depan Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara.

Kelima perempuan tersebut memiliki usia bervariasi, mulai dari 34 tahun sampai 52 tahun.

Saat ditahan, para PSK tersebut melontarkan berbagai alasan terkait keberadaan mereka di lokasi penangkapan tersebut.

Namun, mereka tetap digelandang petugas untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan.

Kanit Reskrim Polsek Koja, Ajun Komisaris Andri mengatakan, awalnya, pihaknya mendapat laporan sejumlah warga, yang resah dengan kehadiran para PSK jalanan di Jakarta tersebut.

Sebab, mereka berkumpul dan menjajakan diri di depan JIC.

Terlebih, mereka berkumpul di depan JIC yang notabene merupakan masjid besar.

Dari laporan warga tersebut, polisi akhirnya mengambil tindakan tegas.

“Kalau untuk di daerah Koja kayaknya hanya itu ya. Kalau yang lain, kan mungkin dia tidak mangkal ya. Kalau yang kami amankan, kan yang mencolok sekali, di depan Islamic Center gitu. Terlalu mencolok,” papar Andri, sebagaimana dilansir WartaKota.com.

Ia menerangkan, kelimanya diamankan ketika sedang menunggu calon pelanggan di sekitar JIC, tepatnya di sepanjang Jalan Bhayangkara di dekat Pasar Koja Baru.

“Saat itu, empat anggota Buser Polsek Koja sedang melakukan observasi, dan melihat para PSK yang sedang menunggu pelanggan. Setelahnya, langsung didekati dan mereka lalu digelandang tanpa ada perlawanan,” tutur Andri, Selasa (23/10/2018).

Saat akan diamankan, ada berbagai alasan yang dilontarkan oleh kelima PSK itu, agar mereka lolos dari penangkapan petugas.

Salah satunya, mereka beralasan sedang menunggu suami, dan hendak menyusui anaknya.

“Alasan mereka memang ada aja. Ada yang bilang ‘saya lagi nungguin suami saya, Pak. Anak saya mau disusuin’. Tapi, nunggu suaminya sampai jam berapa, sampai jam 1 malam masih di situ,” kata Andri.

Tidak hanya itu, ada pula para PSK yang beralasan sedang menunggu pacarnya.

Namun, pengakuan tersebut tidak langsung dipercaya oleh petugas, yang curiga dengan gerak-gerik mereka di ruko-ruko di depan JIC.

“Ada yang bilang lagi nunggu pacar. Masak umur 52 tahun nunggu pacar. Kalau pacaran mah harus di rumah, masak nungguin pacar di situ,” tutur Andri.

Para PSK itu pun disinyalir melayani pelanggan mereka di berbagai tempat, mulai dari emperan toko hingga penginapan.

Menurut Andri, apabila mereka sudah mendapatkan pelanggan, pada umumnya, mereka melakukan negosiasi tarif untuk sekali berhubungan seks.

Namun, Andri tidak menjelaskan tarif PSK tersebut untuk sekali berhubungan badan.

Dijelaskan Andri, para PSK akan bersembunyi di dekat ruko.

Biasanya, para pelanggan sudah mengerti hal tersebut, lalu menghampiri mereka.

"Mereka juga kalau dapat tamu, kadang-kadang mereka ngumpet di ruko-ruko deket Pasar Koja itu. 'Main'nya juga di situ (ruko-ruko)," kata Andri, sebagaimana dilansir TribunJakarta.com, Selasa (23/10/2018).

Andri menambahkan, lokasi berhubungan badan antara PSK dan pelanggannya ditentukan sesuai bayaran.

Apabila si pelanggan punya biaya lebih, mereka biasanya membawa PSK tersebut ke penginapan terdekat.

Bahkan, ada yang nekat berhubungan badan di balik gerobak, yang berada di sekitar ruko kosong, tempat para PSK tersebut berkumpul.

Hal itu dilakukan jika uang pelanggan pas-pasan.

"Kadang-kadang di ruko, ya tergantung lah, tergantung mereka punya duit. Kadang-kadang di ruko, ditutupi gerobak-gerobak itu. Kalau punya duit di penginapan, di hotel," jelas Andri.

Seusai melakukan pendataan, petugas membawa kelima PSK yang diamankan itu ke dinas sosial untuk diberi pembinaan lebih lanjut. (tribunlampung.co.id/robertus didik budiawan)

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Kisah PSK Paruh Baya di Lampung, Berusia 50 Tahun, Pelanggannya Pelajar, hingga Tarif Rp 50 Ribu, http://lampung.tribunnews.com/2019/05/26/kisah-psk-paruh-baya-di-lampung-berusia-50-tahun-pelanggannya-pelajar-hingga-tarif-rp-50-ribu?page=all.

Editor:
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved