Pilpres 2019

Gugatan Prabowo-Sandi ke MK Dari Kliping Berita di Media, Sekjen PDI-P Sarankan Pakai Bukti Primer

Saat mendaftarkan gugatan sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi atau ke MK Jumat (24/2/2019), BPN hanya membawa 51 alat bukti.

Gugatan Prabowo-Sandi ke MK Dari Kliping Berita di Media, Sekjen PDI-P Sarankan Pakai Bukti Primer
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno (kedua kiri) didampingi Penanggung Jawab Tim Kuasa Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Hashim Djojohadikusumo (kanan) melambaikan tangan usai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (24/5/2019). BPN Prabowo-Sandiaga menunjuk Hashim Djojohadikusumo sebagai Penanggung Jawab Tim Kuasa Hukum dan Bambang Widjojanto sebagai Ketua Tim Kuasa Hukum paslon nomor urut 02 untuk mengajukan gugatan perselisihan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Saat mendaftarkan gugatan sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi atau ke MK Jumat (24/2/2019), tim Prabowo-Sandi hanya membawa 51 alat bukti.

Berdasarkan penelusuran Ketua Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif (Kode Inisiatif) Veri Junaidi, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi banyak menggunakan berita di media sebagai bukti yang dilampirkan ke MK dalam gugatannya.

"Sebanyak 70 persen dari permohonan ini menyangkut teori hukum tentang kedudukan MK (Mahkamah Konstitusi). Sebanyak 30 persennya kliping media," ujar Veri di Kantor Kode Inisiatif, Tebet, Jakarta, Minggu (26/5/2019).

Pasangan Calon Presiden (Capres) no urut 02 Prabowo-Sandi dan tim pemenangan kampanye menolak keputusan KPU RI mengenai hasil penghitungan suara Pilpres. Hal itu disampaikan Prabowo-sandi di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (21/5/2019).
Pasangan Calon Presiden (Capres) no urut 02 Prabowo-Sandi dan tim pemenangan kampanye menolak keputusan KPU RI mengenai hasil penghitungan suara Pilpres. Hal itu disampaikan Prabowo-sandi di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (21/5/2019). (Warta Kota/Adhy Kelana)

"Di halaman 18-29 di situ para pemohon dan kuasa hukumnya mendalilkan ada banyak kecurangan TSM (Terstruktur, Sistematis, dan Masif). Tapi menggunakan data sekunder (kliping media) dalam pembuktian," lanjut dia. (*)

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto menilai bukti gugatan terhadap hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK) semestinya memiliki kekuatan yang mampu mengungkap kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Hal itu disampaikan Hasto menanggapi lampiran bukti Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang banyak didasarkan pada berita di media.

"Tentu saja bukti ini di dalam sengketa Pemilu kan harus memiliki dampak terhadap hasil perolehan suara sehingga disampaikan dampak tersebut melebihi dari selisih antara paslon 01 dan 02, melebihi 16 juta suara," ujar Hasto di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (26/5/2019).

 
"Tanpa itu maka bukti-bukti tidak memiliki kekuatan hukum apalagi hanya berdasarkan link berita," lanjut dia.

Ia mengatakan semestinya Tim Hukum Prabowo-Sandi menggunakan bukti primer yang otentik terkait kecurangan TSM yang mereka tuduhkan kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Bukti primer yang otentik, kata Hasto, bisa berupa temuan kejanggalan di formulir C1 atau temuan langsung para saksi mereka di lapangan.

"Yang otentik itu berdasarkan dokumen C1 dan kemudian juga berdasarkan pernyataan para saksi. Jangan kedepankan aspek politik lalu melupakan bukti-bukti primer yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum," lanjut dia.

Baca: BERI Layanan Spesial kepada Si Bos, Ibu Muda Tak Sadar Anaknya Terpanggang 4 Jam di dalam Mobil

Baca: MAKAM Pria yang Meninggal 4 Tahun Dibongkar, Keluarga Terperanjat Kondisi Jenazahnya Seperti Ini

Baca: DETIK-Detik Aksi Heroik Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Tangkap Pelaku Jambret di Tengah Jalan

Baca: Usman Ermulan Dorong Pemda Buat Program untuk Meningkatkan Harga Hasil Petani

Baca: PRESIDEN Jokowi Tanggapi Pernyataan Bambang Widjojanto, Jangan Merendahkan Institusi, Nggak Baik

Baca: Jokowi Pecahkan Rekor Jadi Sosok yang Tak Terkalahkan Dalam 5 Kali Pemilu, 2010 Paling Fenomenal

Baca: Masuk Triwulan ke 2, Tunjangan Sertifikasi Triwulan Pertama Guru SMA/SMK Tak Kunjung Cair

Baca: Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi Sebut Sengketa Pilpres 2019 Bukan Kasus Biasa, 3 Kejahatan Jadi Satu

Baca: Kelurahan Payolebar Selalu Tampilkan Inovasi, Sesuai dan Seiring Program Walikota Jambi

Baca:  Keajaiban Berbaik Sangka

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bukti Gugatan BPN Banyak dari Kliping Berita, Ini Kata Sekjen PDI-P"

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Tim Prabowo Jadikan Berita Media Massa Sebagai Bukti Kecurangan, Hasto: Yang Otentik Itu Dokumen C1, http://solo.tribunnews.com/2019/05/26/tim-prabowo-jadikan-berita-media-massa-sebagai-bukti-kecurangan-hasto-yang-otentik-itu-dokumen-c1.

Editor: heri prihartono
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved