Bukan Virus Monkeypox, Dinkes Tanjab Timur Ungkap Penyebab Gatal-gatal yang Serang 100 Warga Jambi

Dinas Kesehatan Tanjab Timur pastikan kasus gatal-gatal yang menyerang warga Nipah Panjang 1 dan 2, bukan karena vurus Mongkeypox.

Bukan Virus Monkeypox, Dinkes Tanjab Timur Ungkap Penyebab Gatal-gatal yang Serang 100 Warga Jambi
tribunjambi/Abdullah Usman
Gatal-gatal yang menyerang warga Nipah Panjang, Tanjab Timur. 

Bukan Virus Monkeypox, Dinkes Tanjab Timur Ungkap Penyebab Gatal-gatal yang Serang 100 Warga Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dinas Kesehatan Tanjab Timur pastikan kasus gatal-gatal yang menyerang warga Nipah Panjang 1 dan 2, bukan karena vurus Mongkeypox, melainkan ulat bulu.

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur, mencatat hingga saat ini terdapat lebih kurang 100 masyarakat Nipah Panjang terjangkit wabah gatal-gatal yang diduga akibat air sungai tercemar.

“Untuk penyebabnya memang karena faktor air sungai yang tercemar. Penyebabnya karena air sungai tercemar oleh ratusan ulat bulu yang dimusnahkan warga di sebuah pulau sekitar pemukiman warga,” ujar Kabid P2P Dinas Kesehatan Tanjab Timur, Jumiati kepada Tribunjambi.com

Kata Jumiati, sebelumnya warga sekitar membasmi hama ulat bulu dengan jumlah banyak dari beberapa pohon rindang. Banyak ulat yang jatuh ke aliran sungai yang biasa digunakan masyarakat untuk mandi dan mencuci.

“Karena sungai tersebut tercemar ulat bulu yang hanyut dan digunakan untuk mandi. Akhirnya mengakibatkan kulit warga terdampak sehingga gatal dan membengkak,” jelasnya kepada Tribunjambi.com.

Baca: Serapan Anggaran Tak Capai Target, Bupati Muarojambi Kirimi Surat Setiap OPD, Apa Isinya?

Baca: Asik Bermain Bocah Asal Sarolangun Nyemplung di Panci Berisi Sayur Gulai Panas, Kondisinya Kini

Baca: Mau Lebaran Dana Desa Belum Cair, Ratusan Kades Tak Bisa Gajian Kompak Datangi Kantor Bupati Kerinci

Baca: VIRAL, Iseng Jadi Pocong Saat Nunggu Waktu Sahur Pemuda di Pemalang Ditangkap Polisi, Nasibnya Kini

Baca: Pemkab Tanjab Timur Anggarkan Rp 8 Miliar untuk Pengerasan Jalan Sirkuit di Muara Sabak Barat

Untuk tindak lanjutnya, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dan penanganan melalui puskesmas terdekat dengan memberikan obat-obatan. Selain itu menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan air sungai untuk sementara waktu menjelang kondisi air kembali membaik.

“Selain itu kita juga sudah meminta dinas terkait untuk melakukan penyemprotan terhadap ulat-ulat yang berada di pohon-pohon, mengingat jika terus dibiarkan akan berdampak buruk bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, dapat dipastikan gatal-gatal yang menyerang masyarakat Kecamatan Nipah Panjang tersebut bukan disebabkan oleh virus Monkeypox. Karena secara gejala dan penyebarannya juga tidak masuk.

“Virus tersebut hanya ada di luar untuk Indonesia sendiri memang belum ada kasus ditemukan,” pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved