Bocah Asal Tangerang Bikin Huru-hara di Facebook, Sekarang Diburu Netizen Internasional
Bocah dari Tangerang itu dihargai 300 dollar Amerika, uang itu ditawarkan bagi yang bisa menangkapnya. Apa sebenarnya kesalahan bocah tersebut?
Bocah dari Tangerang itu dihargai 300 dollar Amerika, uang itu ditawarkan bagi yang bisa menangkapnya. Apa sebenarnya kesalahan bocah tersebut?
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang siswa Tangerang jadi buronan dunia jadi viral di media sosial atau medsos.
Bahkan, kepala siswa Tangerang ini dihargai 300 dollar Amerika.
Uang ini ditawarkan bagi siapapun berhasil menangkap siswa itu.
Berikut, kronologi lengkap siswa Tangerang jadi buruan dunia.
Baca Juga
Prank Raffi Ahmad Berakhir Tragis, Haruka JKT48 Menangis lalu Fans Tak Terima Atas Perlakuan Itu
Ramalan Zodiak 20 Mei 2019, Catatan untuk Asmara dan Keuangan, Awas Ada yang Ikut Campur
Gara-gara Foto Ini Band Indie Polka Wars Diburu FPI, Malah Beri Jawaban Alamat Lengkap
Kulit Putih Chef Renatta Moeloek Tato Seram Tapi Penampilan Kalem, Juri Masterchef Bertangan Dingin
Ponakan Prabowo Subianto, Wanda Hamidah dan Imam Nahrawi Tak Lolos ke Senayan, Ini Sebabnya
Dilansir dari GridPop.Id, sebuah berita mengejutkan datang dari Tangerang, Banten.
Seorang siswa di Tangerang kini jadi "buronan" dunia.
Tak tanggung-tanggung, ia diburu netizen seluruh jagad raya.
Seorang netizen Australia bahkan bersedia memberikan imbalan 300 dollar Amerika bagi siapapun yang berhasil menangkap siswa tersebut.
Kasus ini sampai-sampai menjadi perbincangan beberapa media Internasional karena disebut menimbulkan dampak yang luar biasa.
Dikutip dari Medium.com, kasus ini terjadi gara-gara sang siswa yang mengaku sebagai anggota dari Indonesian Reporting Commision (IReC) melaporkan grup Facebook Crossovers Nobody Asked For (CNAF), Non Sense Memes dan beberapa grup lainnya.
Akibat laporan IReC, grup meme facebook CNAF akhirnya dihapus paksa oleh pihak Facebook pada tangga 13 Mei 2019.

CNAF sendiri merupakan salah satu grup meme Facebook terbesar yang berisi lebih dari 500.000 member aktif.
Dikutip dari Papermag.com, beberapa grup yang serupa dengan CNAF juga dikabarkan ikut dihapus paksa oleh Facebook.