Sandiaga Uno Kunjungi Keluarga KPPS yang Meninggal, Tolak Seruan Visum yang Dilontarkan Prabowo

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno menanggapi soal adanya dari seruan dari Prabowo untuk dilakukan pemeriksaan visum

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Tribunnews/Jeprima
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat memberikan pernyataan politik didepan masa pendukungnya pada acara mengungkap fakta - fakta kecurangan Pilpres 2019 yang diselenggarakan oleh BPN di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). Pada pernyataan tersebut Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Hal itu mengingat jumlah kematian mereka yang sudah mencapai 500 orang dirasa tak wajar.

"Perlu ada kami rasa suatu visum dan pemeriksaan medis mungkin pada petugas-petugas tersebut yang meninggal," katanya di Kertanegara Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu 8 Mei 2019.

Baca: LINK Live Streaming Siaran Langsung Liga 1 2019 Persib Bandung vs Persipura Jayapura 18 Mei 2019

Baca: DARI RPKAD ke Kopassus, Kisah Perjalanan Pasukan Baret Merah: Idjon Djanbi Danjen Pertama

Prabowo, atas nama tim Badan Pemenangan Nasional, mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas kejadian ini.

Menurutnya hal semacam ini baru pertama kali terjadi dalam gelaran pesta demokrasi di Indonesia.

Kontroversi Pernyataan Ani Hasibuan Dokter Ani Hasibuan

Sebelumnya dokter Ani Hasibuan yang kini diperiksa di Polda Metro Jaya berpendapat beban kerja yang diemban petugas KPPS tidak memiliki kelebihan yang berarti.

"Saya melihat beban kerjanya KPPS. Itu beban kerjanya saya lihat tidak ada fisik yang sangat capek. Kan dia bergantian ada 7 orang. Ada aturan boleh bergantian," ungkap dokter Ani Hasibuan dikutip TribunJakarta.com dari YouTube TV One, pada Rabu (8/5/2019.

Karenanya, jika ada pernyataan yang menyebut bahwa ratusan petugas KPPS meninggal karena kelelahan menurut Ani Hasibuan adalah tidak tepat.

"Jadi kematian karena kelelahan saya belum pernah ketemu. Saya ini sudah 22 tahun jadi dokter belum pernah saya ketemu adalah penyebab kematian karena kelelahan," imbuh dokter Ani Hasibuan.

Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram. (@anihasibuan1974)
Namun, berbeda kasusnya ketika ada seseorang yang memiliki riwayat penyakit kronis lalu meninggal akibat kelelahan.

Sebab menurutnya, kelelahan itu bisa memicu penyakit kronisnya itu muncul.

"Kalau dia ada gangguan jantung di awal, oke. Kemudian fisiknya diforsir kemudian sakit jantungnya terpicu dia meninggal, karena jantungnya dong bukan karena kelelahan," kata Ani Hasibuan.

Lebih lanjut, Ani Hasibuan pun mengungkap analisa selanjutnya berkenaan dengan penyebab kematian seseorang.

Lantas dengan tegas, dokter Ani Hasibuan menyebut bahwa kelelahan sejatinya tidak bisa secara langsung membuat seseorang meninggal.

"(Beban kerja, kondisi fisik bisa jadi pemicu meninggal ?) pemicu kalau dia punya penyakit. Misalnya ada orang dengan tumor otak, tapi beban kerjanya besar, mikir, psikis yaudah ada masalah di neurotransmitir. Bukan karena capeknya,"

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved