Mutilasi Wanita di Malang

Dibantu Anjing Pelacak, Polisi Ketemu Pelaku Mutilasi di Malang, Pria Aneh Dipanggil "Sugeng" Noleh

Terduga pelaku yang bernama Sugeng (49) ini ditangkap oleh polisi usai anjing pelacak

Editor: Nani Rachmaini
kolase facebook/Surya/Istimewa
Sugeng | sketsa wanita korban mutilasi di Malang 

2. Polisi Telusuri Selain Nama Sugeng

Petugas mengumpulkan potongan tubuh korban mutilasi di pasar besar Kota Malang.
Petugas mengumpulkan potongan tubuh korban mutilasi di pasar besar Kota Malang. (Rifki Edgar/Surya)

Dalam menelusuri nama Sugeng ini, Polres Malang Kota mendapati informasi itu dari tulisan yang ditemukan di surat wasiat pada saat menemukan potongan tubuh korban.

Dari beberapa surat tersebut, terpampang nama Sugeng dan beberapa nama lain seperti Sujito dan Suyitno.

Tak hanya itu, nama Sugeng juga tertulis jelas di Tato yang berada di kaki sebelah kanan korban.

"Setelah kami fix kan nama Sugeng, sejak Selasa (14/5) malam tim kami bergerak untuk menyisir orang-orang yang bernama Sugeng," ucap Asfuri, dikutip dari Tribun Jatim.

Orang-orang yang bernama Sugeng sempat diamankan oleh petugas di lapangan.

Namun, dari Sugeng-Sugeng yang telah diamankan itu semuanya tidak mengarah ke pelaku.

Asfuri menjelaskan, pihaknya juga mengunjungi beberapa tempat yang dituliskan pelaku di dalam surat wasiat.

Seperti nama Gereja Comboran, setelah ditelusuri, di sana ada seorang nama jemaat yang bernama Sugeng dan tinggal di Jodipan.

"Kami langsung datangi ke rumahnya di Jodipan. Setelah kami datangi, ternyata kami tidak menemui yang namanya Sugeng itu," ucapnya.

Hingga akhirnya, Sugeng yang diduga pelaku itu ditangkap di Jalan Laksamana Martadinata.

3. Perkenalan dengan Korban

Berdasarkan kesaksian Sugeng, ia mengaku kenal dengan korban mutilasi tersebut.

Sugeng berkenalan dengan korban di depan Klenteng Eng An Kiong pada Sabtu (11/5/2019).

Dikutip dari Surya Malang, usai berkenalan, Sugeng membawa korban ke Pasar Besar pada pukul 07:00 WIB.

Sugeng mengaku, bahwa korban sedang dalam kondisi sakit.

"Menurut kesaksian yang bersangkutan, nama korban itu 'Maluku'. Entah itu nama korban, atau tempat tinggal korban, tapi yang bersangkutan hanya menyebut itu," ucap Asfuri.

Menurut kesaksian Sugeng, pada pukul 17:00 WIB korban kemudian meninggal dunia di Pasar Besar.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved