AHY & Yenny Wahid Plus 8 Kepala Daerah Ngobrolin Kondisi Pasca Pilpres Makin Memanas, Ini Poinnya

Di tengah suhu politik nasional pada tingkatan elit yang kian memanas, kondisi berbanding terbalik ditunjukan oleh delapan kepala daerah yang merupaka

Editor: andika arnoldy
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nurgoho
8 kepala daerah bersama AHY dan Yenny Wahid usai diskusi hangat di ruang perpustakaan Kepresidenan Museum Kepresidenan Balai Kirti, Komplek Istana Bogor, Rabu (15/5/2019). 

"Justru karena ada kondisi di Jakarta seperti ini makanya kita berkumpul bahwa kita teman teman kita di seluruh Indonesia agar terinspirasi bahwa ini adalah anak-anak bangsa yang ingin damai saya menyakini bahwa tanggal 22 pasti damai," ucapnya.

Justru karena ada kondiaindi Jakarta seperti ini makanya kita berkumpul bahwa kita teman tmean kita di seluruh Indonesia agar terimspirasi bahwa ini adalah anak anak bangsa yang ingin damai saya menyakini bahwa tanggal 22 pasti damai.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas bahwa suasana silaturahmi dan kebersamaan merupakan situasi dan kondisi yang sangat nyaman.

"Nyaman sekali, yang disepakati dalam diskusi kira-kira yang baik saat ini (silaturahmi dan kebersamaan) adalah perlu diperpanjang ditempat kita masing masing sehingga kita suasana lebih sejuk," ucapnya.

- Menjunjung tinggi proses demokrasi dan menyelesaikan permasalahan melalui jalur hukum dan konstitusional.

Paska pimilihan umum kondisi pokitik ditingkat elit kian memanas, beberapa tokoh bahkan sudah mengambil sikap padahal proses perhitungan suara masih dilaksanakan.

Untuk itu para delapan kepala daerah dan dua tokoh politik ini pun meminta agar semua pihak menghormati dan saling mengawal proses yang masih berlangsung.

Bima Arya menyampaikan agar para pihak menyampaikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemilu dengan melalui jalur konatitusional.

"Kita serahkan pilpres yang ada terhadap saluran saluran konstitusi, kami menyepakati agar selama hari hari jelang 22 mei nanti terus meminimalisir peluang-peluang yang terjadinya perpecahan kita juga sepakat kita harus memberikan ruang yang terhormat bagi proses hukum kita menunggu proses yang berjalan sesuai konstitusi sehingga 22 Mei nanti kita hormati sebagai urusan dalam konteks konstitusi yang tentunya ada hal hal yang ditafsitlrkan berbeda di serahkan kepada proses hukum yang berlaku," ujarnya.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah yang menyakini bahwa bangsa Indonesia bisa menjaga kebersamaan.

"Karena ada kondisi di Jakarta seperti ini makanya kita berkumpul bahwa kita teman-teman kita di seluruh Indonesia agar terinspirasi bahwa ini adalah anak-anak bangsa yang ingin damai saya menyakini bahwa tanggal 22 pasti damai," katanya

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga mengimbau agar para elit para tokoh ikut mengisi informasi informasi dengan saluran yang positif dan menyejukan.

"Rakyat adalah cerminan pemim]innya pemimpin adalah cerimanan rakyat, kalau hanya bersuara satu saja mungkin hasilnya kurang maksimal akhirnya kang Bima dan Bogr adalah temapt yang paling pas, kita ingin mengisi ruang ruang informasi mulai hari ini besok sampai tanggal 22 dan jangka panjang nanti dengan informasi informasi yang menyejukan dari para pemimpinnya dengan iformasi yang membawa gagasan kerukunan untuk melawan ruang informasi yang tegang ruang informasi yang terlalu melelahkan," katanya

Emil juga meminta permasalahan dalam pemilu ataupun tudingan dan perbedaan bisa diselesaikan melalui jalur hukum dan konstitusi.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Diskusi Selama 1 Jam, Ini yang Disepakati 8 Kepala Daerah Bersama Yenny Wahid & AHY di Istana Bogor, http://bogor.tribunnews.com/2019/05/16/diskusi-selama-1-jam-ini-yang-disepakati-8-kepala-daerah-bersama-yenny-wahid-ahy-di-istana-bogor?page=all.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved