Sejarah Indonesia

TRAGIS! Uang Gambar Soeharto Tak Laku Pedagang Takut Sial, Yang Terjadi Saat Soeharto Terjengkang

Jenderal bintang lima ini akhirnya meletakkan jabatannya setelah adanya gerakan mahasiswa yang menuntut adanya reformasi.

TRAGIS! Uang Gambar Soeharto Tak Laku Pedagang Takut Sial, Yang Terjadi Saat Soeharto Terjengkang
Instagram @soeharto_instagram_fanpage
Pak Harto 

Namun, masa penarikan berlaku 10 tahun. Artinya, uang itu baru benar-benar tak dapat digunakan sebagai alat transaksi pada 20 Agustus 2010.

Namun, tetap saja warga menolak menerima uang itu.

Hal yang sama juga terlihat di kawasan hiburan di Jalan Manggabesar.

Baca: Ditendang dan Dianiaya, Para Pramugari Garuda Indonesia Tetap Tabah, Ahirnya Diselamatkan Kopassus

Baca: TIBA-Tiba Ali Mochtar Ngabalin Ajak Presiden Joko Widodo Bersumpah Soal Tudingan Makar, Ada Apa?

Baca: Mengapa Anak Bopak Castello dari Istri Pertama Bisa Berwajah Bule? Kisruh Rumah Tangga Pelawak

Baca: Kandidat Poling Calon Menteri di Kabinet Jokowi-Maruf, Ada Nama Ahok BTP, Sandiaga Uno & AHY Masuk

Di sebuah coffee shop yang digabung dengan usaha pijat, kasir menolak pembayaran dengan menggunakan uang Rp 50.000 bergambar wajah Soeharto.

Tidak hanya itu, bahkan terdapat pengumuman di loket: "Tidak menerima pembayaran pakai uang bergambar Soeharto".

Para pramuria juga enggan menerima tips dari pengunjung dengan uang yang juga memiliki gambar pembangunan Indonesia itu.

Tak jarang hal ini menyebabkan pertengkaran mulut kasir atau pramuria dengan pengunjung.

"Alah, kalian, kan, bisa nukerin uang ini di bank. Jangan mempersulit pengunjung dong," ujar seorang pengunjung.

Namun, tetap saja tidak ada yang bersedia menerima uang pecahan Rp 50.000 itu.

"Saya kalau memegang uang Soeharto jadi sial," ujar seorang pramuria.

Tak mau repot

Penolakan yang sama juga dilakukan pedagang televisi yang berjualan di kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Mereka bahkan rela membatalkan transaksi jika pembeli hanya memiliki uang bergambar Soeharto.

Meski begitu, alasan pedagang di Glodok ini lebih masuk akal.

Mereka tidak mau repot untuk menukarkannya ke Bank Indonesia.

Selain itu, para pembeli juga banyak yang tidak mau menerima kembalian uang bergambar "The Smiling General" itu.

Hal ini tentu saja merepotkan calon pembeli.

Apalagi, banyak dari mereka yang tidak tahu kalau uang itu akan ditolak.

Peringatan 25 tahun pembangunan

Bank Indonesia sendiri memiliki alasan saat kali pertama mengeluarkan uang itu pada 22 Februari 1993.

Dilansir dari Kompas terbitan 23 Februari 1993, uang itu dirilis untuk memperingati 25 tahun Indonesia membangun.

Gambar Soeharto tersenyum berada di satu sisi.

Gambar pesawat Garuda lepas landas dengan latar belakang Bandara Soekarno Hatta berada di sisi lainnya.

Terdapat juga watermark bergambar Jenderal Sudirman agar uang tidak mudah dipalsukan.

Bahan yang digunakan dalam uang itu adalah plastik atau polymer substrate.

Ini merupakan uang plastik pertama yang dikeluarkan di Indonesia, dengan teknologi pencetakan dari Australia.

Dengan menggunakan bahan plastik, masa edar akan lebih lama ketimbang uang kertas.

Uang tidak akan mudah lusuh, dan gambar yang tercetak lebih bagus serta lebih tajam

 

Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved