Dokter Mengoperasi Lebih dari 3.000 Pasien yang Terinfeksi HIV, Hingga Dia Tertular HIV

Sejak tahun 2002 dia telah melakukan operasi pada 3.000 orang pasien, dan mereka meminta bantuan padanya karena sedikit orang yang berani mengoperasi

Editor: Suci Rahayu PK
Toutiao/CCTV
Feng ketika bersiap melakukan operasi. 

Dia telah mengalami empat kali paparan pekerjaan, pertama pada 2012, dia secara tidak sengaja mematahkan jari-jarinya selama jahitan bedah.

Akibatnya Feng juga menderita HIV, dan membuatnya gelisah ketika menjalani pofesinya sebagai dokter bedah.

Meski demikian Feng tidak menyerah dan terus melakukan operasi pada orang-orang penderita HIV yang mengalami penyakit dan membutuhkan operasi.

Feng ketika berbicara pada media.
Toutiao/CCTV
Feng ketika berbicara pada media.

Zhao Qinxia, direktur Departemen AIDS Rumah Sakit Penyakit Menular di Henan, menjelaskan ketika Feng mendapatkan tusukan.

Dia segera mengambil obat antivirus, tetapi dia masih gugup.

Paparan kerja menyebabkan risiko tertentu, setelah 28 hari sebelum diperiksa, setelah 2 bulan dan 6 bulan dia diperiksa lagi.

"Pekerjaan ini harus dilakukan oleh seorang dokter, dalam kasus perlindungan setiap pasien yang menjalani operasi dapat pulih lancar membuat kita semua bersyukur dan berharga," kata Feng.

Menurut statistik, pada akhir 2018 China memperkirakan ada 1,25 juta orang yang hidup dengan HIV.

Ada petugas kesehatan yang terinfeksi HIV seperti Dr. Feng.

Mereka memungkinkan orang yang terinfeksi untuk melihat harapan hidup dan menikmati hak dan penghormatan yang sama.

Oleh karena itu, memberi mereka kondisi perlindungan kerja yang lebih baik dan memungkinkan lebih banyak dokter tetap menggunakan pisau bedahnya adalah dukungan padanya. (Intisari)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved