Punya Kans Besar di Pilkada Batanghari, Fadhil dan Camelia Lakukan Pertemuan
Fadhil Arief pada Minggu (5/5/2019) melakukan pertemuan dengan Camelia Puji Astuti di kediaman Dr Asad Isma kawasan Buluran Kota Jambi.
TRIBUNJAMBI.COM - Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Batanghari akan dilaksanakan tahun depan, berbarengan dengan empat Pemilihan Kepala Daerah di Provinsi Jambi lainnya, yakni Tanjabbar, Tanjabtim, Bungo dan Sungai Penuh.
Eskalasi politik di masing-masing daerah yang akan melaksanakan Pilkada mulai terasa, di Batanghari contohnya, kini mulai muncul nama-nama yang diprediksi memiliki kans untuk maju.
Di antaranya ada Sekda Kabupaten Muarojambi, Fadhil Arief, pria asli Terusan Kecamatan Marosebo Ilir, Batanghari ini mulai dilirik beberapa tokoh untuk diusung maju menjadi calon Bupati Batanghari.
Fadhil Arief pada Minggu (5/5/2019) melakukan pertemuan dengan Camelia Puji Astuti di kediaman Dr Asad Isma kawasan Buluran Kota Jambi.
“Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi dan komunikasi keduanya membicarakan persoalan yang ada di Batanghari,” kata Asad Isma.
Fadhil di dalam pertemuan menyebut ini merupakan langkah untuk membangun kebersamaan, karena untuk memajukan Batanghari kata Fadhil semua potensi harus dilibatkan.
“Semua putera daerah harus terpanggil untuk membangun Batanghari,” katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Camelia, karena kata dia Batanghari harus berubah. Bahkan Camelia menyebut mesti ada calon alternatif untuk dipilih oleh masyarakat. “Kita setuju dengan calon alternatif,” kata Camelia.
Pertemuan kedua tokoh muda Batanghari ini mendapat tanggapan dari masyarakat Batanghari yang ada di Kota Jambi, Fahmi SY. Mantan Komisioner KPU Provinsi Jambi dua periode ini mengapresiasi pertemuan tersebut.
“Kedua anak muda ini memang aset Batanghari,Camelia memiliki kekuatan politik di partai, dan Fahdil punya pengalaman di birokrasi, dan tahu seluk beluk Batanghari, karena dia memulai karier di sana,” kata Fahmi.
“Fadhil punya kemampuan dan apresiasi dari banyak pihak, contoh tidak dipakai di Batanghari, ternyata dibutuhkan daerah lain, diangkat menjadi Sekda di Muarojambi. Sekarang putera daerah yang terbaik mesti kembali ke kampung halaman membangun daerah,” kata Fahmi.
Lanjut dia, di Pilkada Batanghari harus ada calon alternatif, sehingga masyarakat punya banyak pilihan, tidak hanya berkutat dengan ‘dua kutub’ kekuasaan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/fadhil.jpg)