FOTO: Suku Pesisir Duano di Kecamatan Kuala Jambi, Yang Terancam Hilang
Suku Duano yang berada di Kelurahan Tanjung Solok Kecamatan Kuala Jambi Tanjung Jabung Timur yang terancam hilang
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
Suku Pesisir Duano di Kecamatan Kuala Jambi, Yang Terancam Hilang
Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman -
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Suku Duano yang berada di Kelurahan Tanjung Solok Kecamatan Kuala Jambi Tanjung Jabung Timur terancam hilang.
Terkait hal itu, Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa PMD sebut masih akan melakukan pendataan ulang.
Hampir setiap daerah atau wilayah di indonesia memiliki adat dan kebudayaan tersendiri. Begitu pula dengan penduduk lokal atau suku tertentu yang telah mendiami wilayah tersebut sejak belasan bahkan puluhan tahun silam.
Seperti di daerah lainnya, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki satu komunitas atau suku yang terbilang unik.
Mewahnya Pelantikan Raja Baru Thailand, Mahkota dari Emas 7 Kg, Beratnya Sampai Harus Dibantu
Malaysia di Ambang Bangkrut, PM Mahathir Minta Rakyatnya Tanam Padi di Waktu Malam
Artis Jihan Fahira Emosi Tanggapi Lawakan Andre Taulany Soal Nabi SAW, Agamamu Apa Sih Ndre?
Mulan Jameela Tak Lolos ke Senayan, Disinggung Pernah Jualan Kain Tuk Sambung Hidup
Liverpool ke Puncak, Mohamed Salah Ditandu Usai di Laga Newcastle Vs Liverpool, Begini Kondisinya
Dimana nenek moyang suku tersebut bermukim di atas laut, dengan demikian suku tersebut dikenal dengan sebutan suku Bajaou dan kini telah berganti nama dengan sebutan suku Duano.
Suku tersebut menjadi suku pertama yang berada di Kecamatan Kuala Jambi dan menetap sejak dahulu kala. Meski sebelumnya mereka berada atau tinggal di laut mereka juga bermukim dan membuat kelompok di daratan.
Seperti dikatakan Wahab (56) satu dari keturunan Suku Duano dari sekian generasi, mengatakan kalau dari cerita orang tua terdahulu suku Duano Yang ada disini itu berbeda dengan suku Bajau yang tinggal di Air (laut). Suku Duano sendiri tidak sama dengan bajau suku duano tinggal di kawasan pesisir dan bermukim meskipun kesehariannya banyak di laut.
“ Kalau saya kan juga mendapat cerita dari orang tertua dahulu. Bahwa suku Duano itu berbeda dengan suku Bajau yang ada di sulawesi. Secara silsilah bahasa, cara, dan penampilan suku Duano dan Bajau itu berbeda tidak sama,” jelasnya.
Untuk membedakan nya jelas, jika suku Bajau mereka asli manusia laut hari hari mereka berada diatas laut dan memiliki logat bahasa dan penampilan tersendiri yang menjadi identitas mereka. Berbeda dengan Duano mereka orang pesisir yang tinggal dan menetap di kawasan pesisir meskipun beraktifitas banyak di laut.
Dikatakannya pula, pada masa kepemimpinan Bupati Abdullah Hick lalu, suku duano sempat mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Dimana Pada saat itu suku Duano memiliki pemimpin atau istilah kepala suku yang ditunjuk oleh Pak Abdullah Hick dengan istilah bentuk Suku.
“ Jadi dulu suku kita ada ketuanya atau kepala sukunya. Cak Reman namanya, namun sekarang beliau sudah meninggal. Sayang nya setelah ia meninggal sekarang kita tidak tahu lagi siapa teta kita,” jelasnya.
Dengan keadaan tersebut, membuat suku Duano di Kuala Jambi ini terancam punah dengan seiring waktu. Ditambah saat ini suku tersebut sudah tinggal dan membaur dengan kelompok masyarakat pendatang dari beragam suku, melayu,bugis dan Jawa.
“ Sebagian Besar suku kita sudah tinggal dan membaur dengan masyarakat dan menikah dengan suku lainnya. Jadi sekarang suku Duano tinggal di kawasan yang bercampur dengan masyarakat lainnya tidak terpisah lagi,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/suku-duano-kuala-jambi.jpg)