KILAS Balik, SBY Bongkar Ada Sosok Mau Jadi Presiden, Tapi Kelewat Ambisius Akhirnya Salah Jalan

TRIBUNJAMBI.COM -- Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah dua kali maju dalam pemilu presiden atau pilpres.

KILAS Balik,  SBY Bongkar Ada Sosok Mau Jadi Presiden, Tapi Kelewat Ambisius Akhirnya Salah Jalan
HANDOUT
Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono menerima kertas suara dari petugas di TPS di KBRI Singapura, Sabtu (13/4/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM -- Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah dua kali maju dalam pemilu presiden atau pilpres.

Untuk yang pertama kali, SBY maju di pilpres pada tahun 2004.

 

Pada tahun tersebut, SBY berhasil menang bersama pasangannya Jusuf Kalla sebagai wakil presiden.

Saat itu, SBY-Jusuf Kalla berhasil mengalahkan empat pasangan lainnya.

Di antaranya Megwati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, Hamzah Haz-Agum Gumelar, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, dan Wiranto-Solahudin Wahid.

Baca: Daftar Nama Tokoh Muda yang Disebut-sebut Masuk Kabinet Jokowi-Maruf Amin Bila Menang

Lalu, pada periode berikutnya, yaitu pada Pilpres 2009 SBY kembali menang.

Kali ini yang menjadi pasangannya sebagai wakil presiden adalah Boediono.

SBY saat itu berhasil mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, dan Jusuf Kalla-Wiranto.

Baca: GEMURUH Teriakan Allahu Akbar Sambut Prabowo-Sandi di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Susilo Bambang Yudhoyono saat masih menjabat sebagai presiden Republik Indonesia. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Susilo Bambang Yudhoyono saat masih menjabat sebagai presiden Republik Indonesia. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Selama menjabat sebagai presiden dari tahun 2004 hingga 2014, SBY bertemu banyak tokoh penting.

Ada sejumlah tokoh yang tampaknya cukup berkesan bagi SBY.

Termasuk tokoh-tokoh yang dianggapnya cukup ambisius.

Terkait hal itu, SBY menuliskannya dalam bukunya yang berjudul "SBY Selalu Ada Pilihan" terbitan Kompas tahun 2014 lalu.

Baca: TERKINI Perubahan Harga Sembako dan Daging Ayam di Pasar Angso Duo Jelang Puasa Ramadan

SBY bicara soal adanya kelompok yang selalu menakut-nakutinya (TRIBUNNNEWS.COM)
SBY bicara soal adanya kelompok yang selalu menakut-nakutinya (TRIBUNNNEWS.COM)

Dalam buku itu, SBY mengungkapkan, pada suatu ketika ada seseorang yang ingin membuka rahasia kepada dirinya.

Rahasia itu adalah adanya sosok atau tokoh yang disebutnya kelewat ambisius untuk menjadi seorang presiden.

Namun, belakangan sosok tersebut justru salah jalan, dan akhirnya jatuh.

Baca: HUKUM dan Sanksinya, Bagi Suami Istri Berhubungan Intim Siang Hari di Bulan Puasa Ramadan

"Ada seseorang yang ingin membuka rahasia kepada saya tentang seseorang yang katanya kelewat ambisius untuk menjadi presiden, tapi salah jalan dan akhirnya jatuh," tulis SBY.

 

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kadernya mengawasi jalannya pemerintahan saat membuka acara penataran pimpinan dan kader utama Partai Demokrat di Hotel Novotel Bogor, Senin (28/3/2016). (TRIBUN BOGOR)
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kadernya mengawasi jalannya pemerintahan saat membuka acara penataran pimpinan dan kader utama Partai Demokrat di Hotel Novotel Bogor, Senin (28/3/2016). (TRIBUN BOGOR)

Meski demikian, SBY mengaku dirinya tidak berbicara langsung dengan tokoh tersebut.

Baca: Jika Jokowi Menang Kontrak Demokrat-Prabowo Berakhir, Komentar Ferdinand tentang Pesan SBY

"Saya tidak berbicara langsung dengan seseorang itu, karena takut kalau ada fitnah baru," ungkap SBY.

Belakangan, menurut SBY tokoh tersebut sedang bermasalah dengan hukum.

SBY pun menyampaikan ulang pesan dari orang yang ingin memberitahunya tentang adanya sosok yang ambisius tersebut.

 

Baca: Kisah Cinta Che Soh Ahmad Menikah 19 Kali, Miliki 46 Anak dan 200 Cucu, Nikah Sejak Usia 15 Tahun

Kolase SBY dan ilustrasi siluet orang yang tak dipilih jadi menteri (TRIBUNNEWS/ TRIBUN PALEMBANG)
Kolase SBY dan ilustrasi siluet orang yang tak dipilih jadi menteri (TRIBUNNEWS/ TRIBUN PALEMBANG) 

"Sampaikan ke Pak SBY. Kasihan Pak SBY dikelabui oleh dia (disebut nama seseorang). Selama ini dia mengumpulkan harta dan uang banyak sekali. Dari mana-mana. Karena dengan uang dia bilang bisa jadi presiden," tulis SBY menirukan isi pesan tersebut.

Menurut SBY pesan tersebut menarik.

Baca: Update Terbaru Pemukulan Pegawai Hotel oleh Pilot, karena Kecewa hingga Pukul Korban Dua Kali

Namun, SBY tidak mengejar lebih lanjut, karena dirinya khawatir ikut-ikutan memfitnah.

"Keyakinan saya, jika yang bersangkutan memang buruk dan jahat, kebenaran akan datang," ungkap SBY.

Pengakuan SBY Bongkar Sosok Teman yang Menyerangnya Saat Tersangkut Hukum: Amunisi Saya Amat Banyak

Selama menjadi Presiden Republik Indonesia SBY mengaku dia dimusuhi sejumlah orang.

Baca: Wawako Jambi Nilai Proses Pemilu 2019 di Kota Jambi Aman, Damai, Transparan, Jurdil, Demokratis

 

Itu seperti yang ditulisnya dalam buku "SBY Selalu Ada Pilihan" terbitan Kompas tahun 2014 lalu.

Dalam buku itu, SBY menuliskan tentang "semakin banyaknya musuhnya".

Cerita itu menurut SBY terjadi pada tahun 2013 lalu.

Saat itu, seorang temannya sedang tersangkut masalah hukum.

"Seorang teman yang sedang diperkarakan oleh lembaga penegak hukum tiba-tiba secara demonstratif melakukan perlawanannya terhadap saya," tulis SBY.

SBY melanjutkan, temannya tersebut berpikir SBY telah melakukan intervensi hukum terhadap kasus yang dialaminya.

Baca: FOTO Manohara Odelia Pinot Pamer Tato di Punggung jadi Sorotan Publik, Diprediksi Gagal Lolos DPR RI

"Sesuatu yang tidak mungkin dan juga tidak pernah saya lakukan. Bukan hanya itu saja, tetapi sikap saya itu berlau sepanjang masa penugasan saya sebagai Presiden Indonesia," ungkap SBY.

 

SBY mengungkapkan, drama yang terjadi pada hari-hari tersebut memang luar biasa.

SBY mengaku saat itu dia ditantang dan dituding.

Meski demikian SBY memilih untuk diam.

"Tentu sangat mudah saya menjawabnya jika saya mau. Amunisi saya amat banyak. Tetapi, saya malu kalau harus begitu," ungkap SBY.

Suami Ani Yudhoyono itu menjelaskan, barangkali suatu saat nanti dia akan masuk ke wilayah tersebut.

"Demi tujuan yang baik. Demi terjaganya kehormatan dan harga diri saya," terang SBY.

Tidak hanya itu, SBY juga mendengar adanya sejumlah tokoh yang menjenguk sahabatnya tersebut.

Baca: TERBARU Lowongan Kerja di Jambi Mei 2019, Puluhan Posisi untuk Lulusan SMA s/d S-1, Ini Syaratnya

 

Nama-nama tokoh tersebut cukup terkenal, sehingga mengundang perhatian media.

Terkait hal itu, SBY kemudian meresponnya.

"Mereka semua adalah sahabat saya. Paling tidak saya kenal. Bagi saya tidak aneh jika mereka secara demonstratif datang ke tempat itu. Hampir semua memiliki riwayat ketidaksukaan atau ketidaknyamanan terhadap saya.

Banyak yang ingin menjadi sesuatu, atau ingin dibantu atas sesuatu, tetapi hal itu tidak tepat saya berikan. Jadi ceritanya masih sama - jangan ada dusta di antara kita," tandas SBY. (*)

Baca: EMPAT Narapidana Legendaris Berhasil Kabur dari Penjara Nusakambangan Dijuluki Pulau Kematian

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul SBY Bongkar Sosok yang Ingin Jadi Presiden di Bukunya, Kelewat Ambisius hingga Salah Jalan & Jatuh

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Kelewat Ambisius, SBY Akhirnya Bongkar Sosok yang Ingin Jadi Presiden di Bukunya ini,

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved