Hidup Mewah Tapi Akhirnya Terciduk karena Kasus Korupsi, Simak Kekayaan Dua Kepala Daerah Cantik Ini
Publik kembali mendengar kabar penangkapan kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersandung kasus korupsi.
Adapun harta yang dimiliki Sri Wahyumi Manalip terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.
Untuk harta tidak bergerak ada berupa tiga bidang tanah dan bangunan di Talaud dan Manado dengan nilai total Rp 1,14 miliar.
Kemudian, untuk harta bergerak politikus Hanura tersebut memiliki tujuh unit kendaraan.
Untuk kendaraan roda empat ada mobil jenis Honda CR-V, Honda Civic, Nissan Terano, Nissan Frontier, dan Daihatsu Xenia dan dua unit kendaraan roda dua.
Baca: SEBENTAR LAGI! Link Live Streaming Pernikahan Syahrini-Reino Barack di SCTV, Mulai 15.30
Sri Wahyumi Manalip pun tercatat memiliki harta bergerak lainnya dengan total Rp 75.250.000.
Sri Wahyumi Manalip pun tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp 422 juta.
Selain cantik, Bupati ini juga mencuri perhatian karena juga bergaya nyentrik.
Bupati perempuan pertama di Kepulauan Talaud ini juga memiliki hobi yang menantang dan ekstrim seperti naik motor trail dan menyelam.
Dalam akun instagramnya @sri_manalip, Bupati kece ini sering mengunggah aktivitas dan tak ketinggalan mengabadikannya dalam foto.
Dengan aktivitasnya yang padat sebagai pelayan negara, Sri Wahyumi Maria Manalip menunjukkan seorang perempuan pun mampu membuktikan diri sebagai pemimpin.
Bupati yang pernah menerima penghargaan Jaminan Kesehatan Award dari Kementerian Kesehatan itu juga sepertinya suka berfoto karena ia sering mengunggah foto dalam berbagai gaya.
Sri Wahyumi juga sempat mendapatkan gelar dari Paku Buwono XIII dengan nama Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Sri Wahyumi Maria Manalip Puspaningtyas.
Sepak terjangnya di dunia politik sudah dijalani beberapa tahun bahkan sebelum terpilih menjadi Bupati, Sri Wahyumi juga diketahui pernah menjabat anggota DPRD Kabupaten Talaud.
Di tangan dinginnya, Kepulauan Talaud terlihat menampakkan diri. Lewat promosi pariwisata, Sri Wahyumi ingin mengenalkan daerahnya kepada publik di Tanah Air.
Salah satunya Festival Pulau Saraa yang berlangsung tanggal 2 Juli 2017 mendatang.
Baca: Astagfirullah! Ini 12 Azab Berselingkuh Dalam Islam Sangat Menyeramkan, Azab Terakhir Menyakitkan