Detik-detik Penangkapan Penculik dan Cabuli 6 Siswi SD oleh Oknum Eks Anggota TNI AD, Warga Geram

Video detik-detik penangkapan eks anggota TNI AD yang menculik dan memperkosa 6 siswi SD di Kota Kendari menjadi berita viral.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Capture Akun Facebook Ferlin Peing
Pelaku AP saat diamankan, sempat dikerubungi dan hendak dihajar massa 

Polisi dan TNI AD menurunkan personel untuk menangkap eks anggota Batalyon Yonif 725 Woroagi Kendari itu, namun tak berhasil ditemukan.

FAKTA TERBARU Bos BUMN Tewas Setelah Ngamar di Hotel, Aksi Cewek Kabur Terekam CCTV, Videonya Viral!

Kapolres Kendari AKBP Jemmy Junaidi mengatakan, ada enam anak perempuan sekolah dasar yang diculik dan menjadi korban kekerasan seksual pelaku.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku berpura-pura sebagai orang suruhan orangtua yang diutus untuk menjemput korban di sekolah.

“Jadi, laporan yang kami terima, rata-rata korban diculik oleh pelaku di sekolah saat jam pulang.

Hampir semua korban mendapat perlakuan kekerasan seksual, bahkan salah satu korban harus menjalani operasi di rumah sakit," kata Jemmy.

Rangkaian penculikan

Penculikan anak perempuan Sekolah Dasar (SD) marak terjadi di Kota Kendari.

Dalam lima hari terakhir terdapat beberapa kejadian penculikan yang membuat warga heboh.

Kasus penculikan pertama kali terjadi pada Sabtu (27/4/2019), yaitu Dua orang anak perempuan Sekolah Dasar (SD) di Kota Kendari dilaporkan hilang ke Polsek Kemaraya setelah dijemput orang yang tidak dikenal.

Namun keduanya ditemukan selamat di sekitar Eks MTQ Kendari pukul 00.00 Wita. Namun perhiasan seperti anting-anting yang dipakai korban, hilang diambil pelaku.

Di hari yang sama penculikan terhadap anak SD juga terjadi di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia. 

Seorang bocah perempuan ber Inisial R (9) diculik pria paruh baya saat disuruh ibunya ke Pasar Anduonohu untuk membeli tempe sekira pukul 11.30 Wita.

Baca: Najwa Shihab Pertanyakan Ijtima Ulama III, Kok Rasa BPN Prabowo-Sandiaga

Saat korban berjalan kaki ke pasar, pria parih baya yang mengendarai sepeda motor matic merah mengajaknya pergi dan mengaku sebagai teman bapaknya.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Anduonohu, Pelda Abdul Haris menceritakan bahwa pelaku pun langsung dibawa menuju daerah hutan Nanga-nanga, masuk dalam rumah yang ada di perladangan.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved