PAN Merapat 01 Bara Hasibuan: Setelah 17 April Dukungan PAN ke Prabowo-Sandi Selesai Secara De Facto

Bara Hasibuan gencar menyatakan dukungan kepada pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Maruf Amin

Editor: Suci Rahayu PK
(Rizal Bomantama/Tribunnews.com)
Anggota DPR RI Fraksi PAN, Bara Hasibuan 

02 Tak Menang, PAN Merapat ke 01, Bara Hasibuan Sebut Setelah 17 April Dukungan PAN ke Prabowo-Sandi Selesai Secara De Facto

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Kehormatan PAN (Partai Amanat Nasional) Drajad Wibowo mengatakan sudah ada pembicaraan informal di antara elite partai untuk pemberian sanksi kepada Wakil Ketua Umum DPP PAN Bara Hasibuan.

Bara Hasibuan gencar menyatakan dukungan kepada pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Maruf Amin

Baca: Alasan Kesehatan dan Usia, Kaisar Akihito Mengundurkan Diri Sebagai Kaisar jepang

Baca: Tak Hanya Hina Prabowo, Suami Rey Utami Juga Pernah Soroti Syahrini & Luna Maya, Alami Kejadian Ini

Baca: VIDEO Detik-detik Bos BUMN Ngamar Bareng Wanita Seksi Tewas Usai Berhubungan Badan, Ada Kondom

Sikap politiknya itu berseberangan dengan dukungan PAN.

PAN mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden 2019.

Anggota DPR RI Fraksi PAN, Bara Hasibuan
Anggota DPR RI Fraksi PAN, Bara Hasibuan (Rizal Bomantama/Tribunnews.com)

Saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (30/4) Bara kembali menegaskan dukungan PAN kepada Prabowo-Sandi selesai setelah Pemilu tanggal 17 April 2019.

Menurut Bara setelah itu partai berhak menentukan sendiri langkah politiknya.

Apalagi beberapa waktu lalu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertemu dengan Jokowi.

Berikut wawancara wartawan Tribun Network Rizal Bomantama dengan Bara Hasibuan.

Pak Drajad Wibowo mengatakan sejumlah elite PAN sudah melakukan pembahasan informal untuk memberikan sanksi kepada anda karena berseberangan dengan sikap partai di pilpres 2019 serta dianggap mempermalukan partai. Bagaimana tanggapan anda?

Yang mendukung Pak Jokowi di PAN bukan hanya saya. Kenapa hanya saya yang dijadikan target? Baik DPP atau DPD ada yang mendukung Jokowi.

Seperti dari Kepulauan Riau, Maluku, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Selatan sudah terlebih dahulu mendukung Pak Jokowi.

Bahkan mantan Ketua Umum PAN Pak Soetrisno Bachir memang secara terbuka mendukung Jokowi. Begitu juga dengan Walikota Bogor Pak Bima Arya yang bahkan beberapa hari sebelum hari tenang mengadakan acara untuk dukung Jokowi.

Jadi, kalau sanksi diberikan kepada saya harus dilihat dulu apakah karena hanya faktor itu atau ada faktor lain. Kalau karena itu saja faktornya, kenapa hanya saya? Tokoh lain yang juga mendukung Jokowi harusnya diberi sanksi atau pemecatan yang sama.

Bagaimana dengan grasroot PAN?

Baca: Jadwal Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg Selama Ramadhan Untuk 11 Kecamatan di Tanjab Timur Jambi

Baca: Buntut Kapal Vietnam Nekat Tabrak Kapal Perang Indonesia, Perang Netizen 2 Negara Makan Korban

Pernah ada survei yang menyatakan bahwa sekitar 30 persen pemilih PAN menyatakan dukungan. Jadi, tak hanya dari elite, tapi dari pemilih PAN juga mendukung Pak Jokowi.

Apakah sudah dibicarakan secara internal?

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved