Nama Menpora Imam Nahrawi Disebut Terima Uang di Sidang Hibah KONI, Ini Reaksi KPK

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi muncul di sidang Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta beberapa

Nama Menpora Imam Nahrawi Disebut Terima Uang di Sidang Hibah KONI, Ini Reaksi KPK
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Deputi IV Kemenpora Mulyana menggunakan rompi tahanan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/12/2018) dini hari. KPK resmi menahan lima orang tersangka diantaranya Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy, dan Deputi IV Kemenpora Mulyana dengan barang bukti berupa uang senilai Rp7,318 Miliar terkait kasus korupsi pejabat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI). 

TRIBUNJAMBI.COM- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi muncul di sidang Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta beberapa hari lalu.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi yang dibacakan jaksa KPK di sidang dengan terdakwa Ending Fuad‎, Imam Nahrawi disebut mendapatkan jatah Rp 1,5 miliar.

Baca: Benarkah PAN Merapat ke Koalisi Jokowi ? Berikut Penjelasan Zulkifli Hasan Usai Bertemu Jokowi

Seperti yang tertuang dalam BAP, Suradi menyebut pada Kamis 13 Desember 2018, Ending Fuad mengarahkan ‎pembuatan alternatif pembiayaan kegiatan pada KONI sebesar Rp 17,9 miliar.

"Pada wakti itu Fuad Hamidy meminta saya menyusun beberapa alternatif kegiatan agar biaya sebesar-besarnya dikeluarkan KONI Rp 8 miliar dari total Rp 17,9 miliar karena Fuad Hamidy punya kebutuhan untuk memberikan uang ke Kemenpora seperti Menpora, Ulum, Lulyana dan beberappa pejabat lain. Apakah benar? ," tanya jaksa KPK mengkonfirmasi isi BAP pada Suradi.

"Betul waktu Pak Sekjen mengatakan uangnya tidak cukup, tolong dibuat Rp 5 miliar karena kebutuhannya seperti ini adalah Rp 3 miliar sekian seperti di daftar, lalu ditambah Rp 5,5 miliar jadi sekitar Rp 8 miliar," jawab Suradi.

Lanjut jaksa KPK menunjukkan bukti berupa catatan daftar ‎pembagian uang yang dibuat Suradi. Di sana tertera ada 23 inisial nama, lengkap dengan nilai uang yang diberikan.

Kembali jaksa KPK mengkonfirmasi siapa saja mereka yang disebut dalam 23 nama inisial. "Inisial M, apa maksudnya," cecar jaksa KPK.

Baca: Tangisan Istri Tukang Sapu yang Meninggal saat Bertugas Jadi KPPS Pecah saat Disantuni

"Mungkin untuk menteri. Saya tidak tanya Pak Sekjen, asumsi saya Pak Menteri," jawab Suradi. Selain inisial M, ada pula inisial UL, yang menurut Suradi merujuk pada Miftahul Ulum, staf Menpora.

Masih menurut Suradi, Ulum mendapat jatah Rp 500 juta. Lalu M yang ia tafsirkan sebagai Menpora mendapat Rp 1,5 miliar.

Total, yang akan diberikan ke 23 inisial itu mencapai Rp 3,43 miliar. ‎Walaupun membuat daftar penerima fee, Suradi tidak mengetahui apakah uang sudah diberikan atau belum.

Baca: Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Perseorangan Diangka 3,74 Persen, Melambat dari Triwulan Sebelumnya

Halaman
12
Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved